Pahami apa itu subprime mortgage
|

Memahami Apa yang Dimaksud dengan Subprime Mortgage?

Istilah subprime mortgage merupakan sebuah topik yang lumayan hangat menjadi perbincangan di dunia keuangan. Istilah ini penting untuk dipahami terutama bagi Anda yang memilik niat untuk memberli rumah secara kredit. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai istilah kredit seperti subprime mortage yang akan dibahas pada artikel kali ini. Pahami apa yang dimaksud dengan istilah tersebut, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana dampaknya dalam industri keuangan.

Apa itu Subprime Mortgage?

Subprima mortgage diberikan pada debitur yang memiliki catatan kredit yang buruk

Subprime mortgage adalah jenis hipotek yang diberikan kepada debitur dengan sejarah kredit yang dinilai buruk dan bersiko tinggi. Debitur dalam kategori ini memiliki catatan kredit yang buruk, histori pembayaran yang kurang baik, ataupun profil keungannya tidak memenuhi syarat pengajuan kredit konvensional. Sehingga, debitur jenis ini memiliki kemungkinan besar untuk gagal membayar cicilan secara tepat waktu.

Baca juga penjelasan mengenai kredit macet dan cara mengatasinya

Bagaimana Subprime Mortgage Bekerja?

Dalam subprime mortgage, pemberi pinjaman cenderung untuk menetapkan suku bunga yang lebih tinggi dari pinjaman biasa dengan tujuan untuk menutup risiko yang lebih tinggi yang harus ditanggung oleh pemberi pinjaman. Hal tersebut karena debitur yang memiliki catatan kredit yang buruk sehingga memiliki kemungkinan besar untuk gagal membayar cicilan. Sehingga, suku bunga yang lebih tinggi menjadi bentuk insentif untuk tetap memberikan pinjaman kepada mereka.

Subprime mortgage ini pernah memiliki kasus yang didalamnya terdapat beberapa praktik yang meragukan. Dalam kasus tersebut, debitur diberikan pinjaman tanpa verifikasi pendapatan atau aset yang dikenal sebagai “hipotek liar” atau “no-doc loans“. Praktik ini menimbulkan banyak masalah seperti krisis keuangan global pada tahun 2008.

Dampak Krisis Keuangan 2008

Terjadinya krisis keuangan global pada tahun 2008 terjadi karena banyak subrpime mortgage yang diberikan kepada peminjam yang sebenarnya tidak mampu membayar cicilan dalam jangka panjang. Sehingga, ketika suku bunga naik maka para debitur tidak mampu membayar cicilan yang lebih tinggi, sehingga banyak dari para debitur yang mengalami penyitaan rumah atau kehilangan properti mereka.

Krisis ini pun memberikan dampak yang cukup signifikan dalam industri perbankan dan pasar properti serta memberikan dampak pada perekonomian global. Setelah krisis tersebut, pemerintah dan lembaga keuangan mengambil langkah-langkah untuk menerapkan peraturanyang lebih ketat dalam pemberian pinjaman.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, subprime mortgage adalah jenis pinjaman yang diberikan kepada debitur yang memiliki catatan kredit buruk dengan risiko tinggi. Jenis ini memungkinkan debitur yang tidak memiliki histori kredit yang baik untuk bisa mendapatkan pinjaman pembelian properti, meskipun dengan bunga yang lebih tinggi. Perlu diingat bahwa subprime mortgage dapat menyebabkan konsekuensi yang cukup serius bagi para peminjam dan dapat berdampak bagi perekonomian secara keseluruhan.

Similar Posts