Evergreen 96
|

Hunian Sehat Dengan Konsep Green Living

Pastinya kamu sudah familiar dengan istilah green living bukan? Istilah yang sekarang ini banyak dikampanyekan oleh berbagai pihak diberbagai platform media sosial mengajak kita untuk lebih lagi memperhatikan lingkungan.

Kondisi yang melatar belakangi munculnya konsep green living ini adalah permasalahan lingkungan seperti pemanasan global serta kerusakan lingkungan yang kian hari kian mengkhawatirkan. Keadaan ini sangat terasa diberbagai daerah terlebih bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Banyak pihak yang telah mengadopsi dan mendukung konsep green living ini, termasuk para properti developer. Kini banyak pengembang properti yang menjadikan konsep ini sebagai salah satu point utama dalam pembangunan rumah.

Lalu sebenarnya, apa itu konsep green living? Yuk, simak penjelasan berikut!

Baca juga: Smart Living, Konsep Hunian yang Banyak Diminati

Apa itu Konsep Green Living?

Ilustrasi rumah dengan konsep green living
Source: Freepik

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, green living merupakan suatu konsep atau gaya hidup yang dilakukan dengan sebisa mungkin mengurangi atau bahkan tidak memberikan dampak buruk secara makro terhadap alam.

Menurut World Health Organization External, ada 13 juta kematian disetiap tahunnya dan hampir seperempat dari semua penyakit disebabkan oleh lingkungan. Selain itu 33% penyakit tersebut terjadi pada anak dibawah usia lima tahun. Masalah kesehatan yang ditimbulkan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit kardiovaskular serta stroke kondisinya dapat diperburuk oleh lingkungan yang tidak sehat.

Untuk itu dengan konsep ini diharapkan dapat menjaga lingkungan serta membawa dampak baik bagi kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Manfaat Green Living

Ide green living sangat penting bagi keberlangsungan hidup, tidak hanya untuk manusia namun juga bagi alam. Manfaat konsep ini bagi alam, dapat menjaga kelestarian serta keseimbangan yang tentunya juga dapat menunjang keberlangsungan hidup manusia.

Jika alam terjaga, maka akan memperbaiki kualitas oksigen yang dihirup oleh manusia. Jika kualitas oksigen baik, maka kesehatan pun akan terjaga dengan baik pula. Karena, kualitas oksigen yang buruk dapat membawa berbagai macam penyakit seperti penyakit pernafasan.

Selain itu dengan dijalankannya konsep ini, kamu juga dapat menghemat energi serta mengurangi limbah lingkungan. Oleh karena itu lingkungan hidup pun akan semakin terjaga dengan baik. Sehingga memberikan ketenangan serta kenyamanan bagi manusia itu sendiri.

Dengan banyaknya manfaat yang didapat dari konsep ini, tidak heran jika pengembang properti tertarik untuk menerapkan konsep green living dalam pembangunan unit rumah.

Baca juga: 6 Keuntungan Memiliki Hunian Green Living

Konsep Green Living Bagi Hunian

Menerapkan gaya hidup green living atau lebih dikenal dengan suistainable living pada hunianmu dapat kamu lakukan dengan langkah sederhana seperti beberapa cara berikut ini:

1. Menciptakan Taman Kecil di Rumah

Jika pada hunianmu memiliki lahan yang cukup, menciptakan taman merupakan salah satu langkah sederhana dalam penerapan ide lahan hijau di rumah. Untuk pemula, kamu dapat memulainya dengan menanam tanaman rumah yang mudah dalam perawatannya. Ada beberapa contoh tanaman yang bisa kamu tanam dengan perawatan yang minim, seperti bougenville, lidah mertua, palem, karet kebo merah, begonia dan masih banyak lagi.

Adanya taman kecil di rumah juga dapat membuat penghuni rumah menjadi lebih sehat karena oksigen yang ada di sekitar rumahmu menjadi lebih baik berkat sejumlah tanaman yang ada. Manfaat lain dari taman ini juga akan membuat hunianmu menjadi lebih asri.

Jika lahan pada hunianmu terbatas, kamu masih tetap bisa menciptakan ruang hijau di rumah dengan menanam tanaman yang dapat kamu gantung di teras rumah. Selain itu tanaman indoor juga dapat menjadi alternatif untukmu.

2. Mendaur Ulang Barang Bekas

Daur ulang juga menjadi salah satu langkah jika kamu ingin menerapkan konsep suistainable living di rumah. Beberapa barang seperti botol kaca bekas minuman, gulungan tissue, kaleng minuman berbahan aluminium, botol plastik, crayon hingga pakaian bisa kamu daur ulang menjadi barang – barang yang mempunyai manfaat lain diluar manfaat sebelumnya.
Barang – barang ini dapat kamu olah menjadi sesuatu yang bisa menjadi dekorasi tambahan dalam hunianmu, tentunya akan membuat rumahmu terlihat lebih unik berkat barang tersebut.

Selain barang bekas, kamu juga dapat mendaur ulang sampah sisa makanan di rumah. Sisa makanan ini dapat kamu jadikan pupuk kompos yang dapat kamu gunakan dalam perawatan tanaman. Jadi kamu dan keluarga berperan serta dalam mengurangi limbah rumah tangga yang dapat merusak lingkungan.

3. Menghemat Energi

Penghematan energi juga menjadi salah satu langkah yang bisa kamu terapkan di dalam rumah. Biasakan diri untuk selalu mematikan sumber listrik di rumah jika sudah tidak dibutuhkan. Mungkin terkadang kamu merasa malas untuk mematikan lampu jika sudah tidak terpakai atau lupa mematikan AC pada saat kamu hendak keluar rumah. Namun, hal sederhana ini dapat mulai kamu ubah dari sekarang.

Menghemat energi juga mempunyai banyak manfaat dalam hunianmu lho, diantaranya dapat mencegah terjadinya kebakaran karena konsleting listrik (resiko arus pendek), membantu mengurangi polusi udara, menjaga performa barang elektronik yang kamu miliki dan masih banyak lagi.

Keselarasan dengan Alam Untuk Anak Cucu Kita

Memulai gaya hidup berkelanjutan memiliki efek yang mungkin tidak akan kamu rasakan sekarang, namun bukan berarti kamu tidak harus memulainya. Dengan langkah sederhana diatas, kamu turut menjaga keselarasan dengan alam yang akan kamu wariskan untuk anak cucu kita nantinya.

Mari bersama terapkan green living, dimulai dari hunianmu!

Similar Posts