5 Kriteria Perumahan Asri untuk Hunian Anda

Perumahan asri pada dasarnya menjadi idaman semua orang. Hunian yang nyaman, bersih dan sehat tentunya sudah menjadi kebutuhan bagi setiap manusia. Oleh karena itu, konsep perumahan asri yang bersih dan nyaman harus diterapkan demi memenuhi kebutuhan tersebut. Konsep hunian yang asri sebetulnya adalah konsep hunian yang mengintegrasikan konsep hunian hijau dengan pemanfaatan desain rumah yang memperhatikan pencahayaan dan sirkulasi udara.

Kesehatan lingkungan menjadi hal yang menjadi tujuan utama dari diciptakannya hunian yang asri. Oleh karena itu, bagi anda yang ingin memiliki tempat tinggal yang mengutamakan kebersihan dan kenyamanan, maka pilihlah perumahan yang sudah memenuhi kriteria perumahan yang asri.

Sebelum anda mengetahui apa saja kriteria dari perumahan asri itu sendiri, maka ada baiknya ada memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan konsep tersebut. Setelah itu, barulah anda bisa mencari perumahan yang sudah memenuhi kriteria untuk bisa disebut sebagai hunian yang asri.

Baca juga: Tips Membuat Rumah Hijau Ramah Lingkungan

Mengenal Konsep Perumahan Asri

perumahan asri gardens at candi sawangan

Perumahan asri sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Oleh karena itu, konsep tersebut mengintegrasikan berbagai aspek dan desain yang bisa menunjang terbentuknya lingkungan hunian yang bersih, sehat dan nyaman.

Kata asri sendiri menurut KBBI artinya adalah indah atau sedap dipandang mata. Dalam konteks perumahan atau lingkungan, kata asri bisa diartikan sebagai lingkungan yang bersih, sehat yang tentunya indah jika dipandang oleh mata. Dengan adanya pepohonan – pepohonan rindang di lingkungan atau komplek rumah tersebut, maka akan terlihat asri dimata.

Lingkungan atau perumahan asri sangat identik dengan lingkungan yang dipenuhi dengan pepohonan dan tumbuhan – tumbuhan yang membuat suasana rumah menjadi hijau dan segar. Ditambah lagi, lingkungan perumahan yang bersih dan tertata rapi akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para penghuninya.

Berdasarkan penjelasan diatas, bisa disimpulkan bahwa perumahan asri berarti bersih, sehat, dan indah dipandang mata dengan banyaknya pepohonan dan tumbuhan yang menghiasi perumahan tersebut. Agar lebih jelas lagi, Anda bisa melihat kriteria apa saja yang harus ada untuk menentukan suatu perumahan atau lingkungan adalah asri.

5 Kriteria Perumahan Asri yang Harus Anda Perhatikan

Perumahan asri adalah perumahan yang bersih, sehat, dan indah dipandang mata. Tentunya dari definisi tersebut bisa dijabarkan secara lebih mendetail kedalam kriteria – kriteria yang menentukan suatu perumahan sudah memenuhi kriteria asri atau belum. Jika kriteria – kriteria tersebut terpenuhi, maka Anda bisa bilang bahwa perumahan yang Anda lihat adalah asri.

Bagi Anda yang tertarik dengan perumahan yang asri, maka Anda harus tahu terlebih dahulu apa saja kriterianya. Jadi, Anda tidak tertipu oleh iklan perumahan yang mengklaim bahwa perumahan mereka adalah perumahan yang asri padahal sebenarnya tidak. Oleh karena itu, Anda bisa melihat kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh sebuah perumahan asri dibawah ini:

1. Lingkungan yang bersih

Lingkungan bersih merupakan salah satu syarat utama bagi anda yang menginginkan rumah yang asri. Hal ini merupakan faktor yang cukup berpengaruh bagi hunian anda. Sederhananya, lingkungan yang bersih akan membuat hunian di dalamnya juga bersih. Tentunya anda tidak ingin jika rumah anda sudah bersih dan nyaman, tetapi lingkungan diluarnya kotor. Lingkungan komplek rumah harus memiliki lingkungan yang juga bersih.

Sudah banyak pengembang yang mengembangkan proyek perumahan yang menerapkan konsep lingkungan hijau yang bersih. Lingkungan yang mengadopsi green living tersebut tentunya bisa menunjang keasrian hunian yang berada didalamnya. Selain itu, lingkungan bersih juga akan sangat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup para penghuni di dalamnya.

Lingkungan yang bersih adalah syarat wajib perumahan asri
Lingkungan perumahan yang bersih adalah salah satu kriteria perumahan asri

2. Bangunan Rumah yang Memiliki Ventilasi Udara yang Cukup

Ventilasi udara merupakan salah satu bagian dalam rumah yang sangat penting untuk diperhatikan. Ventilasi udara berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara. Rumah yang tidak memiliki ventilasi yang cukup tentunya akan menjadi tidak nyaman dan rawan menimbulkan penyakit bagi para penghuni di dalamnya. Rumah tanpa ventilasi udara yang baik akan membuat udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar sehingga bisa menimbulkan masalah kesehatan. Selain itu, rumah akan menjadi lembap.

Rumah yang asri tentunya harus memiliki ventilasi udara yang cukup di dalam bangunannya. Ventilasi udara yang baik akan membuat udara mudah keluar dan masuk. Udara kotor bisa keluar dan sebaliknya udara yang bersih bisa masuk. Sehingga, rumah terasa segar dan bersih. Oleh karena itu, bagi anda yang menginginkan rumah yang asri, pastikan rumah yang anda pilih memiliki ventilasi udara yang baik.

Ventilasi untuk udara segar adalah salah satu ciri perumahan asri
Perumahan asri adalah perumahan yang memiliki ventilasi udara yang baik

3. Pencahayaan Alami Di Dalam Rumah

Memiliki pencahayaan alami di dalam rumah dapat memberikan manfaat yang besar. Salah satunya adalah rumah anda tidak akan menjadi rumah yang rawan lembap. Rumah yang lembap tentunya akan memberikan masalah kesehatan bagi para penghuninya. Oleh karena itu, memiliki pencahayaan alami dengan memberikan sinar matahari masuk ke dalam rumah anda akan mengurangi potensi rumah menjadi lembap. Dikombinasikan dengan ventilasi udara, maka rumah anda akan menjadi lebih segar dan terasa alami.

Pencahayaan alami adalah ciri perumahan asri
Pencahayaan alami pada rumah Anda akan membuat hunian Anda menjadi asri

4. Memiliki Taman Di Belakang atau Depan Rumah

Memiliki taman di rumah baik berukuran kecil maupun besar bisa semakin menunjang konsep rumah hijau atau asri bagi hunian anda. Dengan adanya taman tersebut, maka rumah anda akan terasa lebih hijau dan segar. Anda bisa memanfaatkan taman dirumah anda untuk menanam tanaman – tanaman hijau. Fungsi dari tanamana – tanaman tersebut adalah selain untuk membuat anda lebih indah, juga berfungsi untuk mengatasi polutan di udara serta membuat rumah anda menjadi lebih segar.

Rumah dengan taman belakang atau depan akan membuat rumah anda menjadi asri
Taman belakang atau depan rumah bisa Anda maksimalkan untuk membuat rumah Anda menjadi asri

5. Lingkungan yang Rindang dan Hijau

Lingkungan yang rindang dan hijau adalah salah satu syarat penting yang harus dipenuhi. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah faktor yang membuat sebuah rumah menjadi asri. Rumah yang sudah bisa dibilang asri tetapi lingkungan di sekitarnya gersang, maka tentunya akan mengurangi keasrian dari rumah tersebut. Oleh karena itu, pastikan lingkungan perumahan yang Anda pilih adalah lingkungan yang rindang, memiliki banyak pepohonan sehingga lingkungan tersebut terasa segar dan sehat.

Lingkungan yang rindang adalah salah satu kriteria perumahan asri
Lingkungan yang rindang adalah salah satu kriteria perumahan asri

Baca juga: 6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Konsep Perumahan Asri oleh Gardens at Candi Sawangan

Gardens at Candi Sawangan adalah salah satu komplek perumahan yang menjunjung tinggi konsep hunian yang nyaman. Komplek perumahan ini menawarkan konsep hunian asri yang modern dan mengadopsi konsep sustainable development. Gardens at Candi Sawangan menawarkan komplek perumahan terpadu yang sudah terintegrasi dengan kawasan penunjang yang menawarkan fasilitas yang lengkap.

Gardens at Candi Sawangan menawarkan linkungan perumahan yang asri dimana lingkungan anda akan dipenuhi dengan lingkungan yang hijau dan rimbun. Sehingga, bagi anda yang menginginkan hunian dengan konsep asri, maka Gardens at Candi Sawangan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk anda.

Anda bisa mendapatkan suasana hunian yang harmonis dengan alam. Ditambah lagi, dengan mengadopsi konsep modern, Gardens at Candi Sawangan menawarkan pilihan cluster yang sudah mengintegrasikan teknologi smart home atau rumah pintar yang akan membuat keseharian anda di rumah menjadi lebih mudah dan praktis.

Membeli Rumah dengan Gaji UMR? Ini Tipsnya!

Tempat tinggal atau hunian merupakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi. Meskipun pada kenyataannya memiliki sebuah hunian itu tidak mudah untuk diwujudkan. Ada dua faktor yang seringkali menjadi alasan dari sulitnya membeli hunian, yaitu harga properti yang naik setiap tahun serta penghasilan yang standar atau setara dengan gaji UMR. Mungkin terdengar sulit untuk memiliki rumah pribadi dengan penghasilan yang kecil, namun bukan berarti tidak bisa sama sekali. Gaji UMR bukan sebuah penghalang dalam mewujudkan rumah impian. Bahkan kini sudah ada program KPR yang dapat membantu Anda untuk membeli rumah. Berikut ini beberapa tips beli rumah dengan gaji UMR:

5 Tips Membeli Rumah dengan Gaji UMR

1. Buat perencanaan yang jelas

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan yang jelas dan matang. Membeli rumah tentunya bukan persoalan yang bisa dilakukan secara asal-asalan. Perencanaan ini dapat diawali dengan melakukan survei rumah dan menyesuaikannya dengan keuangan. Ketika Anda mengetahui harga calon rumah yang sesuai dengan budget, maka Anda bisa memperkirakan berapa jumlah uang yang harus dikumpulkan untuk membayar DP (down payment) beserta cicilan yang harus disiapkan untuk setiap bulannya.

Foto: Unsplash

2. Disiplin dalam menabung

Setelah membuat perencanaan, langkah selanjutnya adalah menabung. Dalam menabung gunakanlah prinsip menyisihkan, bukan menyisakan. Hitung biaya yang Anda keluarkan untuk kebutuhan hidup per bulan, kemudian kurangi jumlah penghasilan per bulan dengan jumlah pengeluaran tersebut. Dengan begitu Anda bisa mengetahui besar nominal yang dapat ditabung untuk membeli rumah.

Misalnya, Anda bisa menyisihkan sekitar 30% dari penghasilan untuk tabungan beli rumah dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Agar lebih disiplin dalam menabung, bukalah rekening khusus dan gunakan unakan fitur autodebet sehingga 30% dari penghasilan Anda akan langsung dialokasikan ke tabungan beli rumah.

3. Hidup hemat untuk Membeli Rumah

Selain menabung, Anda juga harus siap membiasakan gaya hidup hemat agar rumah yang diinginkan dapat terwujud. Awali hidup hemat dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai Anda membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Pastikan juga untuk tidak berhutang karena hal tersebut akan membebani proses menabung beli rumah.

tabungan untuk membeli rumah

Foto: Unsplash

4. Berinvestasi

Di sisi lain, Anda juga dapat mencoba berinvestasi, salah satunya adalah investasi emas. Investasi emas bisa sangat menguntungkan karena harganya yang cenderung stabil dan naik dari tahun ke tahun. Meskipun harganya turun, kemungkinan nilainya tidak terlalu signifikan. Apabila dibandingkan dengan investasi lainnya, investasi emas juga lebih mudah untuk dicairkan.

5. Cari dana tambahan

Jika ternyata dana yang dimiliki dirasa masih kurang, Anda bisa mencari dana tambahan dengan melakukan pekerjaan sampingan. Contohnya, Anda bisa bekerja sebagai freelancer atau bahkan memulai bisnis online. Dengan begitu tabungan untuk membeli rumah juga dapat bertambah.

Foto: Freepik

Itulah beberapa tips untuk membeli rumah dengan gaji UMR. Penghasilan yang kecil tidak menghalangi Anda untuk mewujudkan rumah impian. Kunci utamanya adalah perhitungan yang tepat dan konsisten dalam menabung.

Wujudkan rumah pertama  Anda dan keluarga bersama Gardens at Candi Sawangan; rumah pilihan para keluarga milenial. Ada berbagai pilihan tipe rumah dengan gaya modern kontemporer yang mengkombinasikan fungsi dan estetika.

Tak hanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai, Gardens at Candi Sawangan juga bertempat di lokasi yang strategis, akses dan mobilitas yang mudah, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa menghubungi nomor berikut ini (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau Anda juga bisa kunjungi official website Gardens di sini.

Sumber: tanamduit, IDX Channel, tirto.id, parapuan

Tips Membuat Rumah Hijau Ramah Lingkungan

Rumah hijau merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan ditengah keadaan isu lingkungan yang sangat memprihatinkan sekarang ini. Memiliki konsep rumah hijau pada hunianmu tentunya juga dapat membantu memperbaiki keselerasan dengan alam sekitar.

Konsep ini tidak hanya sekedar menanam berbagai macam tanaman di area rumahmu, namun lebih dari itu. Menerapkan desain rumah hijau pada hunianmu akan membuat kehidupanmu dan keluarga menjadi lebih efisien dan jauh lebih sehat.

Untuk lebih mengetahui secara lengkap, apa itu rumah hijau dan bagaimana penerapannya pada hunianmu, mari simak penjelasan berikut!

Baca juga: 6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Apa itu Rumah Hijau?

Ruang Tamu Rumah Hijau
Foto: Freepik

Menurut pengertiannya rumah hijau memiliki arti rumah kaca yang berisikan segala macam tanaman yang dibudidayakan didalamnya, namun saat ini rumah hijau menjadi sebuah konsep hunian yang dalam pembangunannya dirancang untuk meminimalisir dampak negatif yang akan berpengaruh terhadap alam.

Josep Allen, peneliti kesehatan masyarakat dari Universitas Harvard, menjabarkan bahwa pembangunan rumah hijau melibatkan komponen bangunan yang memiliki tujuan untuk mengurangi polusi, menjaga temperatur, memaksimalkan pencahayaan yang alami di dalam rumah, serta meningkatkan kualitas udara dan air.

Sehingga pada umumnya rumah hijau merupakan bangunan sehat yang mempunyai banyak manfaat bagi penghuninya. Ada banyak komposisi wajib yang harus diperhatikan dalam pembangunan rumah hijau ini, seperti:

  • Mempunyai banyak bukaan yang maksimal pada hunian untuk sirkulasi cahaya serta udara
  • Material pembangunan diambil dari material alami yang ramah lingkungan
  • Memiliki resapan air yang baik pada hunian untuk mencegah banjir pada musim penghujan
  • Memiliki ruang yang cukup untuk menanam tanaman hias pada halaman maupun di dalam rumah
  • Memanfaatkan energi ramah lingkungan seperti penggunaan panel surya pada hunian

Dengan penerapan rumah hijau pada hunianmu ini dapat membantu menciptakan suasana rumah yang ramah lingkungan dan mampu memelihara kesehatan bagi penghuninya.

Baca juga: Hunian Sehat Dengan Konsep Green Living

Manfaat Penerapan Rumah Hijau

Ilustrasi penerapan lingkungan hijau
Foto: Freepik

Penerapan konsep rumah hijau pada hunianmu mampu membantu mengurangi limbah lingkungan serta dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi kesehatan. Namun tidak hanya itu saja, penerapan konsep ini juga membawa manfaat lain seperti berikut ini:

1. Mengurangi Stres

Biasanya hunian yang mengusung konsep rumah hijau memiliki taman kecil pada halaman maupun di dalam rumahnya. Menurut penelitian, menanam tanaman pada hunianmu mampu mengurangi stres serta perasaan khawatir yang membuat kamu merasa tidak tenang.

Dengan adanya tanaman pada hunianmu juga mampu memberikan suasana lebih tenang dan asri sehingga dapat menenangkan pikiran serta membuat penghuninya merasa lebih rileks.

2. Menjaga Kelembapan dan Meningkatkan Fokus

Peningkatan karbon dioksida dapat menyebabkan tingginya kelembapan udara yang dapat menghambat konsentrasi serta membuat kamu cepat merasa lelah. Sebuah penelitian membuktikan bahwa konsep rumah hijau dapat menjaga kelembapan dan suhu pada area rumah, keadaan ini dapat membantu meningkatkan fokusmu hingga 5%.

Kelembapan udara yang terjaga ini dipengaruhi oleh bukaan yang cukup pada hunian. Dengan adanya bukaan yang cukup dapat membantu pencahayaan secara alami serta dapat membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik lagi.

Pencahayaan yang alami dapat membuat seseorang menjadi lebih fokus dan meningkatkan daya pikir, selain itu dapat membuat perasaan menjadi lebih tenang serta bahagia.

3. Meningkatkan Kualitas Udara

Udara pada hunianmu dapat tercampur dengan bahan kimia dan zat berbahaya yang dihasilkan dari cat atau furnitur yang ada. Apalagi bila sebuah rumah tidak mempunyai bukaan atau ventilasi udara yang cukup. Sirkulasi udara yang tidak baik di dalam rumah dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Konsep rumah hijau yang memiliki bukaan ventilasi yang cukup dapat membantu meningkatkan kualitas udara yang baik dalam hunianmu. Ini karena bukaan yang cukup dapat mendukung pergantian udara dalam rumah berjalan dengan baik. Dengan begitu kualitas udara yang dihasilkan dapat meningkatkan kesehatan penghuni rumah. Selain itu pencahayaan alami yang masuk melalui bukaan ini dapat membuat ruangan tidak menjadi lembap dan berbahaya sehingga penghuni rumah dapat terhindar dari penyakit pernapasan seperti penyakit paru – paru.

4. Meningkatkan Produktivitas

Pencahayaan alami yang masuk melalui bukaan rumah yang cukup, dapat membuat penghuni rumah merasa lebih baik dan bahagia, sehingga penghuni rumah akan merasa lebih optimis dan semangat. Keadaan yang yang diciptakan melalui pencahayaan alami ini juga dapat membuat suasana lebih kondusif untuk beraktivitas, sehingga tanpa disadari suasana ini bisa meningkatkan produktivitas penghuni rumah.

5. Mewariskan Alam Untuk Anak Cucu di Masa Depan

Menerapkan konsep rumah hijau sama saja dengan ikut menjaga serta memelihara keseimbangan alam. Manfaat yang sudah disebutkan tadi adalah manfaat jangka pendek yang dapat kamu rasakan. Namun ada manfaat dalam jangka panjang yang diciptakan dalam penerapan rumah hijau ini. Manfaat jangka panjang yang dimaksudkan adalah terpeliharanya alam yang akan dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan nantinya.

Penerapan Rumah Hijau Pada Hunian

Foto: Freepik

Setelah mengetahui pengertian serta manfaat dari konsep rumah hijau, sekarang mari kita lihat bagaimana cara penerapan konsep ini untuk hunianmu.

Banyak yang mengatakan bahwa penerapan konsep rumah hijau ini membutuhkan biaya yang tinggi, namun sebenarnya tidak. Menerapkan konsep ini dalam pembangunan rumahmu, ternyata cukup terjangkau lho. Dalam sebuah studi mengatakan pembangunan rumah dengan konsep alami seperti ini, tidak memerlukan biaya pembangunan berlebih. Lalu apa saja tips untuk membangun rumah berkonsep alam ini?

Baca juga: Smart Living, Konsep Hunian yang Banyak Diminati

Penggunaan Material Bangunan yang Ramah Lingkungan

Penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan menjadi poin utama dalam pembangunan green house. Kamu dapat menggunakan material seperti tanah, bambu, kayu, ataupun jerami dan material ramah lingkungan lainnya.

Bahan bangunan yang ramah lingkungan dapat membawa dampak yang bagus bagi kesehatan karena dapat mengurangi penggunaan bahan kimia. Penggunaan bahan kimia dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker. Dengan bahan yang lebih ramah lingkungan hal tersebut dapat diminimalisir.

Membuat Ruangan dengan Bukaan yang Cukup

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan rumah dengan konsep ini adalah sirkulasi udara di dalam rumah. Pembuatan bukaan pada setiap ruangan harus diperhatikan, hal ini tentunya berpengaruh supaya sirkulasi udara serta pencahayaan secara alami dapat dimaksimalkan.

Bukaan yang besar pada pembangunan rumah mempunyai banyak manfaat. Selain membuat kualitas udara menjadi lebih baik, pecahayaan alami yang maksimal juga dapat meminimalisir penggunaan listrik. Sehingga dalam penggunaannya, menjadi lebih hemat energi dan lebih efisien.

Menanam Tanaman Hias

Sesuai dengan namanya, rumah hijau, tanaman menjadi salah satu element penting dalam penerapan konsep ini. Kamu bisa memanfaatkan lahan yang ada pada hunianmu untuk membuat taman kecil pada halaman rumah. Mulailah menanam tanaman yang mudah dalam perawatannya. Selain itu adanya taman kecil pada halaman rumah dapat membantu memperbaiki kualitas oksigen pada area rumah.

Apabila area perkarangan pada rumahmu terbatas, kamu dapat mencoba mengakalinya dengan membuat taman berbentuk vertikal atau bisa juga menanam tanaman khusus yang dapat diletakkan pada area dalam rumah. Tanaman yang diletakkan pada area dalam (indoor) rumah dapat menghisap zat beracun maupun debu yang berada pada pendingin udara ataupun yang menempel pada perabotan rumah tangga. Dengan begitu kualitas udara di dalam rumah akan menjadi lebih baik.

Memanfaatkan Energi Ramah Lingkungan

Rumah hijau juga memanfaatkan energi yang bersumber dari alam agar meminimalisir pencemaran lingkungan. Contohnya seperti penggunaan panel surya. Penggunaan panel surya dapat menghemat penggunaan listrik sehari – hari. Selain itu konsep rumah hijau juga memperhatikan drainase air serta pengelolaan sampah.

Jika kamu memilih untuk mencari rumah yang sudah memiliki konsep rumah hijau, Cluster Evergreen dari Gardens at Candi Sawangan adalah jawabannya. Cluster yang dibangun pada area perumahan Gardens at Candi Sawangan ini memadukan konsep green living dengan smart living. Yuk segera miliki unitnya sekarang juga!

Hunian Sehat Dengan Konsep Green Living

Pastinya kamu sudah familiar dengan istilah green living bukan? Istilah yang sekarang ini banyak dikampanyekan oleh berbagai pihak diberbagai platform media sosial mengajak kita untuk lebih lagi memperhatikan lingkungan.

Kondisi yang melatar belakangi munculnya konsep green living ini adalah permasalahan lingkungan seperti pemanasan global serta kerusakan lingkungan yang kian hari kian mengkhawatirkan. Keadaan ini sangat terasa diberbagai daerah terlebih bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Banyak pihak yang telah mengadopsi dan mendukung konsep green living ini, termasuk para properti developer. Kini banyak pengembang properti yang menjadikan konsep ini sebagai salah satu point utama dalam pembangunan rumah.

Lalu sebenarnya, apa itu konsep green living? Yuk, simak penjelasan berikut!

Baca juga: Smart Living, Konsep Hunian yang Banyak Diminati

Apa itu Konsep Green Living?

Ilustrasi rumah dengan konsep green living
Ilustrasi konsep rumah green living (Foto: Freepik)

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, green living merupakan suatu konsep atau gaya hidup yang dilakukan dengan sebisa mungkin mengurangi atau bahkan tidak memberikan dampak buruk secara makro terhadap alam.

Menurut World Health Organization External, ada 13 juta kematian disetiap tahunnya dan hampir seperempat dari semua penyakit disebabkan oleh lingkungan. Selain itu 33% penyakit tersebut terjadi pada anak dibawah usia lima tahun. Masalah kesehatan yang ditimbulkan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit kardiovaskular serta stroke kondisinya dapat diperburuk oleh lingkungan yang tidak sehat.

Untuk itu dengan konsep ini diharapkan dapat menjaga lingkungan serta membawa dampak baik bagi kesehatan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Manfaat Green Living

penerapan green living
Penerapan green living (Foto: Freepik)

Ide green living sangat penting bagi keberlangsungan hidup, tidak hanya untuk manusia namun juga bagi alam. Manfaat konsep ini bagi alam, dapat menjaga kelestarian serta keseimbangan yang tentunya juga dapat menunjang keberlangsungan hidup manusia.

Jika alam terjaga, maka akan memperbaiki kualitas oksigen yang dihirup oleh manusia. Jika kualitas oksigen baik, maka kesehatan pun akan terjaga dengan baik pula. Karena, kualitas oksigen yang buruk dapat membawa berbagai macam penyakit seperti penyakit pernafasan.

Selain itu dengan dijalankannya konsep ini, kamu juga dapat menghemat energi serta mengurangi limbah lingkungan. Oleh karena itu lingkungan hidup pun akan semakin terjaga dengan baik. Sehingga memberikan ketenangan serta kenyamanan bagi manusia itu sendiri.

Dengan banyaknya manfaat yang didapat dari konsep ini, tidak heran jika pengembang properti tertarik untuk menerapkan konsep green living dalam pembangunan unit rumah.

Baca juga: 6 Keuntungan Memiliki Hunian Green Living

Tips Menerapkan Green Living Bagi Hunian

Menerapkan gaya hidup green living atau lebih dikenal dengan suistainable living pada hunianmu dapat kamu lakukan dengan langkah sederhana seperti beberapa cara berikut ini:

1. Menciptakan Taman Kecil di Rumah

Jika pada hunianmu memiliki lahan yang cukup, menciptakan taman merupakan salah satu langkah sederhana dalam penerapan ide lahan hijau di rumah. Untuk pemula, kamu dapat memulainya dengan menanam tanaman rumah yang mudah dalam perawatannya. Ada beberapa contoh tanaman yang bisa kamu tanam dengan perawatan yang minim, seperti bougenville, lidah mertua, palem, karet kebo merah, begonia dan masih banyak lagi.

Adanya taman kecil di rumah juga dapat membuat penghuni rumah menjadi lebih sehat karena oksigen yang ada di sekitar rumahmu menjadi lebih baik berkat sejumlah tanaman yang ada. Manfaat lain dari taman ini juga akan membuat hunianmu menjadi lebih asri.

Jika lahan pada hunianmu terbatas, kamu masih tetap bisa menciptakan ruang hijau di rumah dengan menanam tanaman yang dapat kamu gantung di teras rumah. Selain itu tanaman indoor juga dapat menjadi alternatif untukmu.

2. Mendaur Ulang Barang Bekas

Daur ulang juga menjadi salah satu langkah jika kamu ingin menerapkan konsep suistainable living di rumah. Beberapa barang seperti botol kaca bekas minuman, gulungan tissue, kaleng minuman berbahan aluminium, botol plastik, crayon hingga pakaian bisa kamu daur ulang menjadi barang – barang yang mempunyai manfaat lain diluar manfaat sebelumnya.
Barang – barang ini dapat kamu olah menjadi sesuatu yang bisa menjadi dekorasi tambahan dalam hunianmu, tentunya akan membuat rumahmu terlihat lebih unik berkat barang tersebut.

Selain barang bekas, kamu juga dapat mendaur ulang sampah sisa makanan di rumah. Sisa makanan ini dapat kamu jadikan pupuk kompos yang dapat kamu gunakan dalam perawatan tanaman. Jadi kamu dan keluarga berperan serta dalam mengurangi limbah rumah tangga yang dapat merusak lingkungan.

3. Menghemat Energi

Penghematan energi juga menjadi salah satu langkah yang bisa kamu terapkan di dalam rumah. Biasakan diri untuk selalu mematikan sumber listrik di rumah jika sudah tidak dibutuhkan. Mungkin terkadang kamu merasa malas untuk mematikan lampu jika sudah tidak terpakai atau lupa mematikan AC pada saat kamu hendak keluar rumah. Namun, hal sederhana ini dapat mulai kamu ubah dari sekarang.

Menghemat energi juga mempunyai banyak manfaat dalam hunianmu lho, diantaranya dapat mencegah terjadinya kebakaran karena konsleting listrik (resiko arus pendek), membantu mengurangi polusi udara, menjaga performa barang elektronik yang kamu miliki dan masih banyak lagi.

4. Merawat Tanaman di Rumah

Berkebun atau merawat tanaman di rumah merupakan salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk menerapkan green living di rumah. Belakangan, banyak masyarakat yang dengan sengaja memelihara tanaman di rumah untuk mengisi waktu luangnya.

Selain itu, merawat tanaman di rumah dapat memberikan oksigen tambahan yang dihasilkan oleh tanaman setiap harinya. Sehingga dapat membuat lingkungan hunian Anda menjadi jauh lebih sehat.

Gardens at Candi Sawangan: Perumahan Asri dengan Konsep Green Living

klaster evergreen
Klaster Evergreen

Semakin rusaknya kondisi lingkungan hidup sekitar masyarakat, maka semakin banyak pula perumahan yang menerapkan konsep green living atau mengurangi penggunaan sumber daya alam. Seperti halnya perumahan Gardens at Candi Sawangan yang berlokasi di selatan Jakarta.

Gardens at Candi Sawangan menghadirkan konsep perumaham yang asri dengan menerapkan konsep rumah hijau dengan lingkungan yang mendukung. Dibangun di atas tanah seluas 250 hektar dengan memperhatikan aspek keberlangsungan hidup yang sangat cocok bagi Anda yang ingin hunian minimalis dengan konsep hijau.

Terdapat klaster Evergreen yang merupakan salah satu klaster terbaru yang dimiliki Gardens at Candi Sawangan. Menerapkan konsep hijau dengan dukungan lingkungan yang menyejukkan dan nyaman untuk dihuni.

Bagi Anda yang tertarik memiliki hunian nyaman di selatan Jakarta, segera kontak kami dengan klik tautan berikut ini!

Smart Living, Konsep Hunian yang Banyak Diminati

Konsep hunian smart living sekarang ini sedang menjadi trend yang diminati oleh banyak orang. Memiliki hunian dengan konsep tersebut tentunya akan membuat pengalaman tinggal dirumah menjadi lebih nyaman dan mudah. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, semua lini kehidupan sudah dikembangkan menjadi lebih canggih yang tentu membuat kehidupan menjadi lebih praktis.

Sebagaimana sekarang ini hampir semua orang sudah dimudahkan dengan penggunaan ponsel pintar atau smartphone, sekarang ini pun orang – orang bisa menikmati pengalaman tinggal di hunian yang mengadopsi konsep smart living dengan pemanfaatan teknologi internet of things (IOT).

Tentu kita sudah mengenal banyak sekali konsep perumahan yang ditawarkan, seperti eco living contohnya. Sekarang ini, giliran konsep smart living yang mulai menjadi trend dan banyak diminati. Konsep ini mengedepankan kenyamanan dan kepraktisan dalam bidang perumahan. Konsep ini mengintegrasikan teknologi untuk kemudahan bagi semua orang didalamnya.

Baca Juga: 6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Konsep smart living sendiri juga tidak tertutup hanya untuk perumahan. Tetapi konsep ini juga bisa diaplikasikan pada perkantoran atau dimana pun yang melibatkan banyak orang di suatu lingkungan. Jadi, konsep ini bisa diterapkan secara luas tidak hanya untuk hunian saja. Dengan memanfaatkan teknologi, maka kita bisa menerapkan konsep ini sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

teknologi voice assistant banyak digunakan pada hunian dengan konsep smart living
Source: Unsplash

Teknologi yang Menunjang Smart Living

Konsep smart living ini tidak terlepas dari pemanfaat teknologi yang menunjang konsep tersebut. Internet of Things (IOT) adalah teknologi utama yang digunakan untuk mengaplikasikan konsep smart living untuk hunian. Berikut adalah beberapa teknologi IOT yang banyak digunakan:

  • Voice Assistant

Teknologi voice assistant adalah sebuah teknologi yang sudah cukup lama diperkenalkan. Sebelumnya, orang – orang sudah akrab dengan perangkat lunak Google Voice dan Siri pada ponsel pintar, dimana para pengguna dapat mengaktifkan perintah suara untuk mengoperasikan ponsel pintar mereka. Sekarang ini, perangkat voice assitant yang terintegrasi dengan konsep smart living sudah diperkenalkan dan banyak digunakan.

Perangkat voice assistant seperti Alexa Echo Dot dan Google Assistant sudah banyak digunakan untuk memudahkan pengaturan di perumahan atau kantor. Hanya dengan perintah suara melalui sebuah perangkat kecil seperti Alexa Echo Dot atau Google Assistant, anda bisa mengoperasikan rumah anda.

  • Smart Security System

Smart security system adalah salah satu teknologi yang juga kerap diaplikasikan pada konsep smart living. Sistem keamanan pintar ini akan membuat keamanan rumah atau kantor menjadi lebih canggih dan sistem keamanan pun meningkat. Salah satu contoh sistem keamanan pintar antara lain adalah smart door lock yang bisa dioperasikan jarak jauh. Anda bisa mengunci pintu rumah anda hanya melalui ponsel pintar anda dari jarak jauh. Sehingga, anda bisa mengecek keamanan rumah anda dari jauh.

Contoh lainnya adalah motion sensor yang bisa mendeteksi jika ada gerakan. Teknologi motion sensor ini bisa dimanfaatkan untuk pengoperasian lampu. Misalnya, lampu kamar mandi anda akan menyala secara otomatis ketika anda masuk ke kamar mandi. Terakhir tentunya adalah sistem perangkat CCTV yang dapat memantau seisi rumah anda.

  • Smart Home System

Smart home system atau sistem rumah pintar adalah suatu sistem yang mengintegrasi semua teknologi diatas. Sistem rumah pintar ini terpusat pada satu titik yang biasanya berbentuk aplikasi di ponsel pintar atau tablet anda. Sehingga, anda bisa mengatur seisi rumah anda hanya dengan mengoperasikan ponsel pintar anda. Menghidupkan barang – barang elektronik, mengecek CCTV, dan lain sebagainya bisa anda lakukan hanya melalui ponsel pintar. Tentunya sistem rumah pintar ini dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan selama anda tinggal dirumah

Manfaat yang Bisa Anda Nikmati

Ada beberapa manfaat yang bisa anda nikmati jika anda memiliki rumah yang mengadopsi konsep smart living ini. Berikut adalah beberapa manfaat menerapkan konsep smart living:

  • Semakin Merasa Nyaman dan Aman

Dengan menggunakan teknologi IOT pada sistem rumah pintar anda, maka anda akan semakin nyaman dan aman tinggal dirumah anda. Hanya dengan sistem pengoperasian melalui ponsel pintar atau perangkat voice assistant, anda bisa mengoperasikan banyak hal. Anda bisa menyalakan barang – barang elektronik tanpa harus beranjak dari tempat anda.

Ditambah lagi, anda bisa membuat jadwal kapan barang-barang elektronik seperti lampu dan AC untuk hidup dan mati. Sehingga, pengoperasian rumah menjadi lebih efisien. Selain itu, keamanan rumah anda pun menjadi lebih terjamin. Dengan teknologi CCTV dan smart door lock yang juga bisa dioperasikan melalui ponsel pintar, maka anda bisa kapan saja mengecek rumah anda aman atau tidak.

  • Pemanfaatan Energi Listrik Menjadi Lebih Efisien

Sistem rumah pintar yang digunakan oleh hunian – hunian berkonsep smart living ini membantu meningkatkan efisiensi energi yang dikeluarkan oleh rumah. Anda bisa dengan mudah mengatur kapan barang – barang elektronik anda harus dinyalakan dan kapan harus dimatikan. Jika anda lupa mematikan lampu atau AC, maka anda bisa langsung mengecek di ponsel pintar anda dan langsung mematikannya tanpa harus kembali kerumah.

Selain itu, anda bisa menggunakan teknologi motion sensor yang bisa mendeteksi gerakan. Contohnya, lampu ruang tamu atau kamar mandi hanya akan hidup ketika ada orang yang masuk. Jika tidak ada orang, maka otomatis akan mati. Tentunya hal tersebut akan meningkatkan efisiensi energi di rumah anda.

  • Kualitas Hidup Lebih Meningkat

Pengoperasian rumah yang lebih mudah dan praktis serta efisiensi energi yang lebih baik tentunya akan berdampak pada kualitas hidup anda. Dengan segala semua kepraktisan, keamanan, dan kenyamanan yang meningkat akan membuat kualitas hidup anda menjadi lebih meningkat. Oleh karena itu, konsep smart living ini banyak dikembangkan oleh pengembang properti untuk menciptakan hunian yang nyaman bagi para penghuninya.

Bagi anda yang menginginkan hunian yang lebih nyaman dan aman, maka carilah hunian yang sudah mengadopsi konsep smart living. Karena perumahan dengan konsep ini sudah pasti memperhatikan aspek – aspek penting konsep smart living seperti kenyamanan, kesehatan, hingga keamanan yang lebih baik bagi para penghuninya. Sekarang ini, perkembangan teknologi sudah sangat maju, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk memanfaatkan teknologi untuk tempat tinggal kita.

Mengenal Apa Itu Rumah Tipe 30

Perumahan sekarang ini sudah hadir dengan berbagai macam tipe. Bagi anda yang sedang mencari rumah, pastinya sudah sering mendengar tipe – tipe rumah mulai dari tipe rumah 30, 60 dan sebagainya tergantung ukuran.

Semua tipe rumah tersebut sudah tersedia di pasaran dan anda bisa memilih sesuai kebutuhan. Salah satu tipe hunian yang banyak digandrungi khsusunya bagi orang – orang yang baru pertama kali membeli rumah atau pasangan yang baru menikah adalah rumah tipe 30.

Rumah tipe 30 adalah salah satu jenis hunian berukuran kecil yang banyak dibeli khususnya bagi para pasangan yang baru menikah dan belum memiliki anak. Karena kebutuhan kamar tidur belum banyak, maka hunian jenis ini menjadi pilihan.

Selain harga yang terjangkau, masih ada kesempatan renovasi jika butuh menambah kamar lagi. Ditambah lagi, ukuran yang kecil sehingga mudah untuk dirawat menjadi pilihan banyak orang.

Rumah jenis ini adalah jenis hunian yang memiliki ukuran kecil dan cocok untuk ditinggali 2 atau 3 orang. Oleh karena itu, jenis ini cocok bagi pasangan yang baru menikah atau yang baru memiliki anak.

Sesuai namanya, rumah tipe ini memiliki luas bangunan 30m2 dan biasanya terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Tergantung pengembangnya, banyak yang menambahkan garasi dan juga taman depan atau belakang.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Rumah Tipe 60

Keuntungan Membeli Rumah Tipe 30

Ukuran yang terbilang kecil dan hanya terdiri dari 2 kamar tidur ternyata tetap memiliki banyak peminat. Hal tersebut karena jenis hunian ini memiliki keuntungan tersendiri bagi para pembeli. Berikut adalah beberapa keuntungan yang akan didapat jika anda membeli rumah tipe 30:

  • Harga yang Terjangkau

Harga yang terjangkau menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk membeli rumah tipe 30. Hal tersebut tentunya menjadi manfaat tersendiri jika anda membeli jenis rumah ini.

Anda bisa membeli rumah dengan harga terjangkau sehingga bisa menabung lebih banyak untuk keperluan lainnya. Jika anda membutuhkan lebih banyak ruang, anda bisa merenovasi rumah anda untuk menambah ruang. Bagi anda yang ingin membeli hunian dengan harga yang terjangkau, maka rumah tipe 30 bisa menjadi pilihan.

  • Dapat Dijadikan Investasi

Rumah tipe 30 banyak dibeli dan dijadikan investasi. Dengan harga yang terjangkau, anda bisa menjadikan hunian yang anda beli sebagai investasi kedepannya. Harga properti yang akan naik tentu bisa anda manfaatkan kedepannya.

Ditambah lagi, hunian jenis ini sangat cocok untuk dijadikan kontrakan dan disewakan kepada orang lain untuk menambah penghasilan anda. Ukuran rumah yang tidak terlalu besar sangat cocok untuk disewakan ke orang lain. Sekarang ini, banyak sekali orang yang mau menyewa rumah kecil untuk ditinggali.

  • Pilihan Pengembang Properti yang Banyak

Rumah tipe 30 adalah salah satu jenis rumah yang cukup populer di pasaran. Oleh karena itu, banyak pengembang properti yang berlomba – lomba mengembangkan perumahan dan menyediakan pilihan rumah tipe 30.

Sehingga, anda memiliki banyak sekali pilihan jika anda ingin membeli rumah dengan jenis ini. Anda bebas memilih pengembang properti yang anda percayai dan faktor – faktor lain seperti lingkungan dan lokasi.

Contoh Hunian yang Bisa Anda Jadikan Pilihan

Bagi anda yang ingin memiliki gambaran bagaimana contoh dari rumah tipe 30, cluster KAMILA dari Gardens at Candi Sawangan adalah salah contoh cluster yang menawarkan hunian jenis ini yang bisa anda lihat. Cluster KAMILA yang bertipe 30 ini memiliki luas tanah sebesar 60m2 dengan luas bangunan sebesar 30m2.

Cluster KAMILA tipe 30 menyediakan 2 kamar tidur dengan 1 kamar mandi yang sangat cocok bagi anda yang baru saja menikah dan belum memiliki anak atau bagi anda yang memiliki keluarga kecil dengan 1 atau 2 anak.

Perumahan Gardens at Candi Sawangan menawarkan perumahan cluster Kamila dengan rumah tipe 30
Rumah tipe 30 dari perumahan Gardens at Candi Sawangan

Dilihat dari denah diatas ini, hunian cluster KAMILA di perumahan Gardens at Candi Sawangan ini memperlihatkan fitur – fitur yang ditawarkan.

Dengan luas bangunan 30m2, anda mendapatkan 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, dan ruang tengah yang bisa anda manfaatkan sebagai ruang makan bersama. Terdapat taman di belakang rumah yang juga difungsikan sebagai dapur.

Hunian cluster KAMILA di perumahan Gardnes at Candi Sawangan ini juga menyediakan carport atau garasi yang muat untuk satu buah mobil. Taman di depan rumah di samping garasi pun turut mempercantik rumah.

Oleh karena itu, hunian rumah yang ditawarkan cluster KAMILA di perumahan Gardens at Candi Sawangan ini sangat cocok bagi anda yang baru menikah dan hendak mencari rumah. Lokasi yang terletak di Sawangan, Depok dengan akses transportasi umum yang mudah untuk ke Jakarta, menambah nilai plus dari rumah ini.

Mengenal Lebih Jauh Rumah Tipe 60

Sekarang ini pengembang properti sudah banyak mengembangkan dan memasarkan perumahan dengan berbagai macam tipe rumah. Semua tipe rumah yang ada dibeda – bedakan berdasarkan ukurannya. Dari mulai tipe rumah dengan luas bangunan yang paling kecil hingga yang paling besar, bisa anda pilih sesuai dengan kebutuhan anda. Rumah tipe 60 adalah salah satu tipe rumah yang laku dipasaran.

Rumah tipe 60 adalah jenis yang memiliki ukuran luas bangunan yang terbilang menengah. Ukuran rumah tipe ini tidak terlalu kecil dan tidak juga terlalu pas. Oleh karena itu, rumah tipe ini laku dibeli dan ditinggali oleh orang – orang yang ingin membeli rumah tetapi tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil. Perawatan untuk rumah tipe ini pun relatif masih mudah karena ukuran yang tidak besar. Sehingga, jenis rumah ini adalah yang paling dicari.

Para pengembang properti juga lumayan banyak mengembangkan perumahan yang menyediakan tipe ini, karena permintaan pasar yang cukup besar. Sangat cocok bagi masyarakat menengah keatas yang menginginkan rumah yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlalu kecil dan masih terasa luas di dalam rumah. Bagi para pasangan yang baru menikah dan belum memiliki anak atau bagi keluarga yang anggotanya tidak banyak, maka tipe ini bisa menjadi pilihan jika menginginkan bangunan yang tidak besar tetapi masih luas.

Baca juga: 7 Tipe-tipe Rumah Paling Umum di Indonesia. Mana Favoritmu?

Rumah Tipe 60, Tipe Rumah dengan Ukuran yang Pas

Sebagaimana penggambaran rumah tipe 60 diatas, bisa dibilang jenis ini memiliki ukuran yang paling pas. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Bagi anda yang ingin tinggal di rumah yang cukup luas tetapi tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk merawatnya, maka tipe rumah ini adalah pilihan yang tepat.

Rumah tipe 60 menarik perhatian banyak calon pembeli rumah karena banyaknya keunggulan yang ditawarkan. Ukuran yang terbilang terbatas tetapi tetap dapat memaksimalkan penggunaan ruang sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Selain itu, rumah tipe 60 memiliki harga yang terjangkau serta stok rumah yang banyak di berbagai lokasi sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi para calon pembeli rumah.

1. Ukuran dan Luas Rumah Tipe 60

Hunian yang bertipe ini adalah jenis hunian yang memiliki ukuran luas bangunan sebesar 60m2. Ukuran 60m2 tersebut tidak termasuk ukuran luas tanah. Jika anda melihat – lihat brosur perumahan, maka anda akan menemukan tipe rumah 60/70 atau 60/100. Jadi, tipe rumah tersebut memiliki luas bangunan 60m2 dengan luas tanah 70m2 atau 100m2. Tergantung pengembangnya, spesifikasi luas bangunan dan luas tanah tersebut bisa bervariasi.

2. Tatanan Ruang dan Desain Interior

Rumah tipe 60 ini biasanya tersdiri dari 2 atau 3 kamar dengan 1 atau 2 kamar mandi. Rumah tipe yang paling kecil seperti tipe 30 juga biasanya memiliki 2 kamar, tetapi rumah ini memiliki kelebihan luas bangunan yang lebih besar. Sehingga, anda akan merasa lebih lega dan luas di dalam rumah. Ditambah lagi, dengan ukuran luas bangunan dan luas tanah yang lebih luas, anda masih bisa menambah kamar dengan lebih leluasa. Tipe ini tersedia baik 1 lantai maupun 2 lantai. Spesifikasi lain yang ditawarkan tentunya garasi atau carport, taman depan atau belakang, serta ruang tamu dan ruang makan yang lebih luas.

3. Fasilitas yang biasanya tersedia dalam rumah tipe 60

Rumah tipe 60 umumnya sudah tersedia lengkap dengan fasilitas dasar yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari penghuninya. Berbagai fasilitas dan fitur rumah seperti sistem listrik, sambungan air bersih, sanitas, hingga ventilasi sudah sangat cukup untuk menjaga kenyamanan rumah untuk para penghuninya.

Keuntungan Memilih Rumah Tipe 60

Memilih tipe rumah memang harus disesuaikan dengan kebutuhan anda. Berapa budget anda dan berapa orang yang akan tinggal dirumah yang anda beli harus dipikirkan. Rumah tipe 60 termasuk ukuran yang ideal untuk sebuah hunian. Jika anda berniat memilih hunian dengan tipe ini, anda akan mendapatkan keuntungan sebagai berikut:

1. Ukuran yang Terbilang Pas

Ukuran rumah ini bisa dibilang pas dan layak untuk sebuah hunian yang nyaman. Bagi anda yang memiliki keinginan untuk memiliki hunian yang tidak terlalu besar tetapi juga tidak terlalu kecil, anda bisa memilih tipe ini. Spesifikasinya pun kurang lebih mirip dengan rumah tipe dibawahnya, yaitu kamar tidur berjumlah 2 atau 3 dengan 1 atau 2 kamar mandi. Tetapi, dengan luas bangunan yang lebih besar, maka anda akan merasa lebih lega dan luas. Ditambah lagi, dengan ukuran yang tidak terlalu besar, maka anda tidak akan terlalu sulit untuk merawat rumah anda.

2. Kesempatan untuk Renovasi yang Lebih Leluasa

Dengan luas bangunan yang lebih besar, anda bisa lebih leluasa jika ingin merenovasi rumah seperti menambah kamar atau renovasi lainnya. Anda tidak perlu terkekang dengan luas bangunan yang kecil seperti tipe rumah 30, dimana anda akan terbatas jika ingin melakukan renovasi.

Dengan rumah tipe 60, anda bisa menambah kamar tidur hingga 4 sampai 5 kamar tidur. Sehingga, bagi anda yang berencana untuk memiliki anggota keluarga yang besar, maka tipe ini bisa menjadi pilihan. Anda bisa merenovasi rumah sesuai kebutuhan dengan lebih leluasa.

3. Pilihan Desain Bangunan dan Denah yang Lebih Bervariasi

Rumah tipe 60 adalah salah satu hunian yang memiliki desain bangunan dan denah yang lebih bervariasi dibanding tipe lain yang lebih kecil. Dengan luas bangunan yang lebih besar, maka pilihan desain bangunan dan denah pun menjadi lebih banyak. Dibandingkan dengan rumah tipe 30 yang lebih kecil, yang biasanya desain bangunan dan denahnya terkesan begitu – begitu saja, maka rumah ini menawarkan berbagai macam desain denah dan bangunan yang lebih banyak. Sehingga, anda bisa memilih rumah yang benar – benar sesuai dengan selera anda.

4. Harga yang Terjangkau

Rumah tipe 60 pada umumnya memiliki harga yang relatif lebih terjangkau. Sehingga, menjadi pilihan yang sangat tepat bagi Anda yang mencari rumah dengan harga terjangkau dengan ukuran rumah yang cukup besar. Bagi Anda yang memiliki budget terbatas tetapi menginginkan hunian yang cukup luas, maka rumah tipe 60 bisa Anda pertimbangkan.

5. Ketersediaan di Berbagai Lokasi

Rumah tipe 60 sudah banyak dikembangkan oleh para pengembang properti. Sehingga, stok rumah banyak tersedia di berbagai lokasi. Anda tidak perlu membuang waktu yang lama untuk mencari perumahan yang menawarkan rumah ini karena sudah tersedia banyak. Anda cukup memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda seperti lokasi, aksesibilitas ke dasilitas umum, tempat kerja, hingga kondisi lingkungan.

Tips Sebelum Membeli Rumah Tipe 60

Pertimbangkan kebutuhan dan preferensi pribadi: Pertama-tama, pikirkan tentang kebutuhan dan preferensi pribadi Anda serta anggota keluarga. Pertimbangkan jumlah anggota keluarga, gaya hidup, dan aktivitas sehari-hari. Pastikan rumah tipe 60 yang dipilih mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kenyamanan yang Anda inginkan.

Sebelum Anda membeli rumah tipe 60, maka Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu. Anda perlu memikirkan kebutuhan dan preferensi pribadi Anda dan anggota keluarga lainnya. Jumlah anggoto keluarga, gaya hidup, serta aktivitas sehari – hari harus dipertimbangkan agar dapat menemukan hunian yang sesuai. Pastikan rumah yang dipilih bisa mengakomodasi kebutuhan harian Anda dan keluarga. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut adalah tips – tips sebelum Anda membeli:

1. Periksa Kondisi Bangunan

Penting untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum Anda membeli. Penting untuk memeriksa kondisi bangunan secara menyeluruh seperti struktur bangunan rumah, instalasi listrik, sistem sanitasi, kondisi atap, serta ventilasi rumah. Pastikan Anda memillih rumah dengan kondisi baik dan memenuhi standar kelayakan hunian.

2. Tinjau Tatanan Ruangan

Perhatikan tatanan ruangan yang ada di dalam rumah yang Anda pilih. Periksa apakah rumah yang Anda pilih memiliki ruangan – ruangan yang sudah sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Pastikan ruangan – ruangan yang ada cukup untuk seluruh anggota keluarga Anda.

3. Evaluasi Pencahayaan dan Ventilasi

Pencahayaan dan ventilasi sangatlah penting untuk kenyamanan dan kesehatan seluruh penghuni di rumah Anda. Pastikan rumah tipe 60 yang Anda pilih memiliki ventilasi dan pencahayaan alami yang baik. Sehingga, Anda bisa mendapatkan hunian dengan suasana yang tegar dan segar.

4. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Mempertimbangkan lingkungan juga merupakan hal yang sangat penting. Lingkungan yang baik tentunya akan menambah kenyamanan tinggal Anda. Pastikan rumah yang Anda beli berada di lingkungan yang memadai untuk kebutuhan harian Anda. Akses ke sekolah, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan transportasi umum di sekitar lingkungan rumah juga patut diperhatikan.

5. Pertimbangkan Potensi Pengembangan di Masa Depan

Potensi pengembangan ke depannya juga patut Anda perhatikan. Meskipun rumah tipe 60 memiliki ukuran yang terbilang besar tetapi tetap terbatas. Sehingga, perlu Anda pikirkan kemungkinan untuk melakukan renovasi atau perluasan dikemudian hari. Sehingga, jika di masa depan Anda butuh untuk renovasi rumah Anda tidak akan kesulitan.

Contoh Rumah Tipe 60, Cluster AMITY 60 di Perumahan Gardens at Candi Sawangan

Grand amity tipe 68

Salah satu contoh rumah tipe 60 yang bisa anda lihat adalah rumah cluster AMITY 60 yang terdapat di perumahan Gardens at Candi Sawangan, Depok.

Cluster dengan tipe rumah 60 ini memiliki ukuran luas bangunan sebesar 60m2 dengan luas tanah sebesar 96m2. Sehingga, tipe cluster ini menjadi hunian yang layak dan nyaman. Tentunya bisa menjadi pilihan bagi anda yang sedang mencari hunian terbaik untuk anda.

Berdasarkan denah rumah yang tersedia, AMITY 60 ini menawarkan desain bangunan 2 tingkat yang terdiri dari 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Tersedia juga taman depan dan belakang serta garasi atau carport yang bisa menampung 1 mobil. Tentunya seperti yang sudah dijelaskan diatas, dengan ukuran yang lebih besar anda akan menjadi lebih leluasa untuk melakukan renovasi.

Bagi anda yang ingin mencari hunian yang nyaman, maka rumah tipe 60 ini bisa menjadi pilihan anda. Ukuran rumah yang tidak besar tetapi juga tidak kecil merupakan ukuran yang bisa dibilang sangat pas untuk keluarga dengan 1 sampai 2 anak. Anda juga lebih leluasa untuk menambah kamar. Jadi, bagi anda yang ingin membeli hunian dan ditinggali untuk waktu yang lama, maka tipe ini merupakan pilihan yang tepat.

5 Inspirasi Desain Kamar Minimalis

Sebagai tempat istirahat untuk melepas penat setelah bekerja dan melakukan kegiatan sehari-hari, tentunya kamar tidur harus menjadi tempat yang nyaman. Khususnya bagi para generasi milenial dengan mobilitas yang tinggi.

Salah satu cara untuk membuat kamar lebih nyaman yaitu dengan memperhatikan desain interiornya. Selain mempercantik kamar, mengaplikasikan desain interior yang tepat dapat membuat kualitas istirahat Anda menjadi semakin baik.

Berikut ini inspirasi desain interior kamar minimalis yang bisa Anda coba terapkan:

Baca juga: Inspirasi 20 Desain Taman Minimalis Depan Rumah

5 Inspirasi Desain Kamar Minimalis

1. Ala Bohemian

Apakah Anda merupakan seseorang yang ekspresif dan menyukai hal-hal artistik? Desain kamar minimalis ala bohemian mungkin cocok untuk Anda. Desain bergaya bohemian atau dikenal juga sebagai boho ini terinspirasi dari cara hidup kaum nomaden dengan gaya hidup yang bebas.

Pemilihan warna kamar tidur bergaya bohemian ini sebenarnya bebas, namun identik dengan warna-warna yang alami seperti putih, coklat, dan cream. Gaya bohemian banyak menggunakan bahan kain dengan motif berpola yang artsy, biasanya pada bantal, karpet, dan tirai.

Kamar tidur ala bohemian juga kental dengan unsur alami seperti penggunaan furnitur berbahan kayu dan dekorasi berupa tanaman hias dengan daun lebar.

Foto: Unsplash

2. Desain Kamar Minimalis Ala Korea

Bagi Anda yang gemar menonton drama maupun film Korea pasti sudah tidak asing dengan desain kamar tidurnya yang sederhana namun estetik. Kamar tidur bergaya Korea ini kini tengah populer dan menjadi inspirasi banyak orang.

Desain interior kamar ala Korea ini identik dengan penggunaan furnitur yang rendah, seperti kasur yang langsung menempel ke lantai atau meja dan kursi yang rendah. Untuk warna, kamar tidur bergaya Korea sering menggabungkan warna putih, earth tone, dan soft pastel. Tambahkan dekorasi sederhana seperti hiasan dinding berupa lukisan, tanaman pot, dan cermin berdiri.

3. Ala Industrial

Desain interior kamar tidur ala industrial bisa menjadi pilihan Anda selanjutnya. Gaya industrial ini umumnya dikenal dengan tampilan yang over expose. Maksudnya, struktur dan material bangunan seperti batu bata, semen, atau kayu sengaja diperlihatkan.

Penggunaan warna pada desain industrial ini didominasi oleh warna monokrom dan earth tone. Furnitur-furnitur yang digunakan pada desain industrial ini biasanya lekat dengan kehadiran elemen kayu, logam atau metal.

Untuk melengkapi desain kamar tidur ala industrial Anda, tambahkan dekorasi atau ornamen yang terbuat dari barang-barang bekas.

Baca juga: 5 Tren Desain Rumah Milenial Kekinian

Foto: Unsplash

4. Ala Scandinavian

Inspirasi selanjutnya adalah salah satu yang paling populer, desain interior kamar tidur ala Scandinavian. Gaya ini banyak digemari karena tampilannya yang sederhana, terang, dan terkesan bersih.

Warna-warna netral seperti putih, abu-abu, hingga biru dan coklat muda mendominasi pada gaya Scandinavian ini. Namun, Anda bisa menambahkan warna-warna lainnya sebagai aksen. Desain kamar tidur ala Scandinavian juga identik dengan penggunaan jendela yang cukup besar untuk penerangan alami.

Untuk menciptakan kesan hangat, gunakan furnitur-furnitur dengan elemen kayu. Tak lupa, tambahkan dekorasi bersifat natural seperti tanaman hias.

5. Ala Vintage

Sesuai dengan namanya, desain kamar tidur ala vintage tentu saja kental dengan hal-hal berkesan jadul. Kamar tidur ala vintage biasanya menggunakan banyak dekorasi antik serta furnitur-furnitur lama bergaya retro.

Tak perlu khawatir, kini furnitur-furnitur retro banyak diproduksi sehingga mudah ditemukan. Sementara itu untuk warna, desain kamar ala vintage banyak menggunakan warna-warna pastel seperti biru muda, kuning, hijau telur asin, peach, akuamarin dan lainnya.

Desain kamar ala vintage juga khas dengan penerapan motif floral, dedaunan, hingga burung pada bantal, tirai, hingga dekorasi seperti vas bunga atau guci. Anda juga bisa menambahkan jam dinding dan bingkai foto antik agar kamar semakin bernuansa vintage

Foto: Unsplash

Itulah 5 inspirasi desain interior kamar minimalis yang bisa Anda coba. Wujudkan hunian impian Anda di Gardens at Candi Sawangan. Ada berbagai pilihan tipe rumah dengan gaya minimalis yang mengkombinasikan fungsi dan estetika.

Tak hanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai di sekitarnya, Gardens at Candi Sawangan juga bertempat di lokasi yang strategis, akses dan mobilitas yang mudah, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa menghubungi nomor berikut ini (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau Anda juga bisa kunjungi official website Gardens di sini.

Sumber: Voire, Brilio.net, interiordesign.id, Bramble furniture, Dekoruma, ruparupa, ACA, rukita

11 Tanaman Rumah Penghasil Oksigen Terbanyak

Tanaman rumah penghasil oksigen menjadi penghias rumah yang mempunyai banyak manfaat lho ternyata. Seperti yang sudah kamu ketahui, udara disekitar kita sudah mengalami penurunan kualitas, baik di dalam rumah maupun diluar rumah.

Namun untuk mengatasi hal tersebut, ada berbagai alternatif alami untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah. Salah satunya dengan menanam tanaman rumah penghasil oksigen. Tanaman rumah ini menjadi elemen dekorasi yang banyak diminati, karena kegunaannya yang dapat memperbaiki kualitas oksigen di dalam rumah. Selain itu, efek lain dari menanam tanaman rumah penghasil oksigen ini juga dapat meningkatkan kesehatan mentalmu lho.

Lalu apa saja tanaman rumah penghasil oksigen ini?

Contoh Tanaman Rumah Penghasil Oksigen dan Kegunaannya

Rumah menjadi tempat istirahat yang paling nyaman setelah kamu seharian melakukan kegiatan di luar rumah. Oleh karena itu untuk menunjang kenyamanan tersebut, berikut beberapa rekomendasi jenis tanaman rumah penghasil oksigen yang bisa kamu taruh di dalam rumah :

1. Sirih Gading

Sumber: live.staticflickr.com

Tanaman rumah yang memiliki nama ilmiah Epipremnum Aureum ini mempunyai ciri khas menyukai cahaya sedang, cukup terang tanpa matahari. Sebagai tanaman rumah penghasil oksigen, sirih gading dapat menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar terjaga dengan baik. Selain itu, tanaman rumah ini mampu menyedot racun berbahaya serta menghilangkan jenis polutan seperti benzena, toluena, formaldehida, karbon monoksida dan xilena.

Sirih gading juga dapat menjaga kelembapan udara di dalam rumahmu lho. Dan tanaman ini mampu menyerap karbon dioksida hingga 17,10%.

2. Peace Lily

Sumber: hips.hearstapps.com

Peace Lily merupakan salah satu tanaman penghasil oksigen yang berasal dari hutan hujan tropis Kolombia dan Venezuela. Bentuknya yang cantik membuat tanaman rumah ini menjadi salah satu tanaman favorit untuk digunakan sebagai dekorasi rumah yang memiliki banyak manfaat. Peace Lily dapat menetralkan gas beracun seperti karbon monoksida dan formaldehida, gas tersebut akan diserap sehingga udara di dalam rumah tetap terjaga kebersihannya.

Selain itu tanaman penghasil oksigen satu ini juga dapat membantu kamu yang memiliki permasalahan tidur. Udara yang tersaring oleh tanaman rumah ini dapat membuatmu bernafas dengan lebih baik dan membuat kamarmu terasa lebih nyaman, sehingga kamu pun dapat tidur dengan pulas. Selain itu, Peace Lily juga dapat membantumu mengurangi stres.

Peace Lily dapat kamu letakkan juga di area dapur atau kamar mandi, gunanya untuk mencegah pertumbuhan jamur serta spora.

Selain manfaat yang sudah dijabarkan diatas, menurut feng shui pun tanaman rumah ini dipercaya dapat membawa keberuntungan untukmu. Wah, menarik ya!

Baca juga : Inspirasi 20 Desain Taman Minimalis Depan Rumah

3. Krisan

Sumber: upload.wikimedia.org

Tanaman rumah penghasil oksigen berikutnya adalah krisan. Krisan atau Chrysanthemum Morifolium dapat menghilangkan zat berbahaya seperti formaldehida, xylene, benzena dan amonia. Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh NASA, bunga krisan mampu menghilangkan total 76.931 mikrogram benzene di udara dalam waktu 24 jam. Selain itu, krisan dapat memproduksi oksigen lebih tinggi dibandingkan tanaman rumah penghasil oksigen lainnya, karena krisan memiliki lebih banyak daun.

Fakta unik dari bunga krisan, selain dapat menjadi tanaman rumah, bunga ini juga mempunyai khasiat lain bagi kesehatan kamu. Mulai dari membuat saraf menjadi lebih rileks, mencegah penyakit jantung dan stroke hingga perawatan kulit.

Apakah kamu tertarik untuk menanamnya?

4. Lidah Mertua

Sumber: static.honestdocs.id

Lidah mertua atau sansevieria trifasciata masuk ke dalam daftar tanaman rumah penghasil oksigen selanjutnya yang bisa kamu koleksi di rumah. Pasalnya tanaman rumah ini menjadi salah satu tanaman hias yang dapat menghasilkan banyak oksigen. Selain itu peneliti dari Universitas Naresuan, Thailand, mengatakan bahwa lidah mertua dapat menyerap karbon dioksida sebanyak 0,49 ppm/m3 di dalam ruangan tertutup.

Selain karbon dioksida, di malam hari, lidah mertua juga dapat menyerap formaldehida, xilena, benzena dan trichlorethylene.

Bentuk lidah mertua yang artistik juga dapat menambah kesan mewah pada rumahmu. Selain itu perawatan tanaman rumah ini juga cukup mudah, kamu cukup menyiramnya seminggu sekali dan meletakkannya di dekat jendela dengan sinar matahari yang cukup.

5. Gerbera Daisy

Sumber: gardenandhappy.com

Tanaman rumah dengan warna yang menarik ini adalah bunga yang berasal dari Afrika Selatan. Selain dapat memproduksi oksigen pada malam hari, gerbera daisy juga merupakan salah satu tanaman penghasil oksigen yang dapat menyerap polutan berbahaya seperti benzena, formaldehida dan trichlorethylene. Dan sama seperti bunga krisan, gerbera daisy juga dapat menyerap polutan berbahaya hingga 90%.

Selain manfaat tadi, tanaman rumah ini bisa membantu kamu yang memiliki gangguan pernapasan maupun gangguan tidur. Kamu dapat menyimpan gerbera daisy di dalam kamar tidur untuk membantumu mendapatkan kualitas tidur yang baik.

6. Palem Bambu

Sumber: Rumah.com

Palem bambu atau Chamaedorea Seifrizii merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman hias indoor. Tanaman rumah ini mempunyai sifat bertumbuh yang toleran terhadap cahaya matahari dengan intensitas rendah dan sedikit air.

Palem bambu menjadi tanaman rumah penghasil oksigen yang banyak diminati, karena kegunaannya yang dapat menghilangkan zat kimia dan polutan berbahaya seperti formaldehida, pada udara di rumah. Selain itu untuk kamu yang mengalami gangguan pernapasan, tanaman rumah ini mempunyai manfaat yang baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Palem bambu juga dapat meningkatkan kelembapan udara di sekitar rumah. Kelembapan udara yang terjaga dengan baik dapat memberikan manfaat untuk mencegah sakit tenggorokan, pilek, batuk kering hingga membantu kamu mengurangi kulit kering.

Terlepas dari semua manfaat tersebut, palem bambu yang diletakkan didalam ruangan juga berguna untuk menciptakan kesan rumah sehat dan asri.

7. Ficus Elastica

Sumber: Eric Fiori on Unsplash

Ficus Elastica atau biasa kita kenal dengan tanaman rumah karet kebo merupakan tanaman hias yang berasal dari Asia bagian Selatan dan Tenggara. Namun tanaman karet kebo ini sudah banyak dibudidayakan di negara India, Amerika Serikat (Florida), Sri Lanka, dan Indonesia. Ficus Elastica mempunyai daun yang berbentuk oval dengan panjang 10 – 35cm dan lebar sekitar 5 – 15cm. Dan karena bentuknya yang sederhana, Ficus Elastica dapat memberikan kesan mewah pada dekorasi rumahmu.

Ficus elastica mempunyai manfaat untuk penjernihan udara di rumahmu. Menurut penelitian NASA, tanaman rumah ini masuk kedalam kategori tanaman yang bisa meningkatkan kualitas udara. Kesalahpahaman umum yang terjadi selama ini bahwa jika udara bersih, maka tidak ada bahan kimia berbahaya yang beredar. Namun pada kenyataannya itu salah, untuk itu jika kamu menaruh ficus elastica didalam ruangan, tanaman hias ini dapat menyerap dan mengubah senyawa berbahaya ini menjadi lingkungan yang lebih aman sekaligus menambahkan oksigen untuk membuat udara bebas dari spora jamur.

Perawatan tanaman rumah ini pun terbilang sederhana. Ficus elastica dapat beradaptasi pada lingkungan yang minim cahaya ataupun bisa ditaruh ditempat yang tidak terkena paparan cahaya secara langsung. Ficus elastica juga tidak perlu terlalu sering disiram. Kamu bisa menanam ficus elastica pada tanah dengan kelembapan rendah dan pemupukan yang sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Bagaimana, kamu tertarik untuk menanamnya didalam rumah?

Baca juga : Menikmati Nuansa Alam di Gardens at Candi Sawangan

8. Sri Rejeki

Sumber: thegorbalsla.com

Sri rejeki mempunyai nama latin Aglaonema atau dikenal juga dengan sebutan tanaman hias cemara cina. Tanaman hias ini memiliki bentuk yang unik, daunnya mempunyai corak yang mencolok, sehingga dapat dijadikan pelengkap untuk dekorasi rumahmu.

Sri rejeki juga memiliki manfaat untuk memurnikan udara karena tanaman ini dapat menghilangkan polutan berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan lainnya. Pada malam hari, tanaman rumah ini menyerap CO2 dan memproduksi oksigen yang baik bagi kesehatan kamu. Udara yang baik dapat membuat tubuh kita menjadi lebih rileks dan produktivitas pun akan meningkat.

Kamu bisa meletakkan tanaman sri rejeki ditempat yang minim cahaya, seperti sudut kamar, dapur, ruang tamu, ruang keluarga serta ruang makan. Karena pada dasarnya, tanaman rumah ini adalah jenis tanaman yang harus diletakkan di area indoor. Semakin sering berada di area indoor, maka sri rejeki akan bertumbuh semakin baik.

9. Kuping Gajah

Sumber: pexels-Huy Phan

Tanaman hias satu ini merupakan tanaman yang pastinya sudah sering kamu dengar. Kuping Gajah atau Anthurium Andreanum Linden adalah tanaman yang banyak ditemukan di daerah hutan hujan Amerika Tengah Selatan.

Bentuknya yang unik seperti telinga gajah menjadi daya tarik tersendiri bagi tanaman rumah satu ini. Tak heran, banyak yang menjadikan tanaman hias ini menjadi salah satu dekorasi rumah yang memberi kesan nyaman dan menenangkan.

Selain sebagai tanaman rumah penghasil oksigen, Kuping Gajah mempunyai manfaat lain bagi kesehatanmu, seperti menjadi media relaksasi atau penghilang stres alami yang fungsinya kurang lebih sama seperti lilin aroma terapi. Tidak banyak yang tahu bahwa tanaman rumah ini digunakan juga sebagai bahan obat herbal alami yang dapat mengobati bengkak pada mulut dan meredakan bengkak di tenggorokan karena radang. Selain itu, masih banyak lagi manfaat tanaman kuping gajah yang bisa didapatkan

Cara perawatannya pun terbilang cukup mudah, kamu cukup memberikan pupuk kompos satu bulan sekali dan menyiramnya setiap hari. Dan kamu bisa meletakkan kuping gajah di dalam rumah atau di halaman yang tidak terlalu terpapar sinar matahari.

10. Kemangi Suci (Tulsi)

Sumber: pexels-monicore

Mungkin kamu masih terasa asing dengan tanaman rumah satu ini, kemangi suci atau tulsi memiliki beberapa sebutan seperti holy basil atau ocimum sanctum. Tanaman ini memiliki karakteristik permukaan daun yang kasar, tepinya berwarna kecokelatan dengan gradasi warna hijau keabu-abuan. Kemangi suci berbeda dengan kemangi biasa yang memiliki daun dengan permukaan halus dan berwarna hijau keabu-abuan.

Kemangi suci sudah digunakan sejak lama oleh masyarakat India sebagai pengobatan herbal. Menurut Journal of Ayuverda and Integrative Medicine, kemangi suci memiliki sebutan “Mother Medicine of Nature” dan “The Queen of Herbs” karena manfaatnya yang banyak bagi kesehatan. Manfaat kemangi suci ini antara lain dapat mengurangi stres fisik, mampu melawan infeksi, mempunyai sifat antiinflamasi dan mampu menjaga kesehatan mental.

Selain itu tanaman ini mampu meningkatkan pasokan oksigen selama 20 jam sehari dan kemangi suci mampu menyerap gas berbahaya seperti sulfur dioksida, karbon monoksida serta karbon dioksida dari udara. Tak heran, tanaman ini banyak ditanam di area rumah.

Terlepas dari banyaknya manfaat yang telah disebutkan tadi, kemangi suci atau tulsi juga dipercaya dapat melindungi rumah dari kejahatan.

11. Lidah Buaya

Sumber: pexels – Cintia Siqueira

Siapa yang tidak kenal tanaman rumah satu ini? Yap! Lidah buaya merupakan tanaman yang sudah populer. Manfaat yang ditawarkan dari tanaman ini pun sudah menjadi rahasia umum, diantaranya dapat menghaluskan kulit dan menyuburkan rambut. Lidah buaya juga mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang tinggi seperti vitamin C, vitamin A, vitamin E, vitamin B1, magnesium, zinc dan fosfor. Selain itu, lidah buaya merupakan sumber yang baik untuk banyak senyawa bagi tubuhmu, termasuk glukosa, manosa, hamosa, dan selulosa.

Namun, tahukah kamu kalau lidah buaya juga mempunyai manfaat penting lainnya? Lidah buaya mampu memurnikan udara, karena dapat menghilangkan polutan berbahaya seperti benzena dan formaldehida dari udara. Tidak hanya itu, lidah buaya juga dapat memproduksi oksigen dan melepaskannya pada malam hari.

Tak heran, jika jenis tanaman hias ini merupakan salah satu tanaman rumah penghasil oksigen yang banyak dicari dan ditanam.

Nah itulah jenis tanaman hias penghasil oksigen yang dapat kamu gunakan sebagai salah satu dekorasi bagi hunianmu. Yuk mulai ciptakan lingkungan yang bersih mulai dari rumahmu!

6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Dewasa ini, masyarakat urban banyak menaruh perhatian terhadap lingkungan dan alam. Salah satu implementasinya adalah dengan menganut gaya hidup eco living.

Secara umum, filosofi eco living adalah melindungi planet, mendukung kehidupan spesies lain, serta menjaga masa depan hidup manusia. Apa sebenarnya pengertian eco living itu sendiri? Apa saja keuntungannya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Eco Living?

Eco living merupakan sebuah filosofi untuk menjaga kelestarian alam secara keseluruhan. Gaya hidup eco living berusaha untuk menjaga, melestarikan, dan melindungi kehidupan lingkungan planet bumi ini, dengan cara mengenali keunikan berbagai ekosistem dan spesies lainnya.

Setiap biotop menopang banyak bentuk kehidupan. Sayangnya, aktivitas manusia mengancam biotop di seluruh dunia saat kita mengubah planet ini menurut ukuran kita sendiri, mempromosikan keunikan spesies kita hingga merugikan semua spesies lainnya. 

Ini menciptakan beban serius bagi lingkungan. Selain itu, perubahan iklim juga akan sangat mungkin membahayakan ekosistem.

Baca juga: 6 Keuntungan Memiliki Hunian Green Living

6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Ada lima cara yang bisa kamu lakukan untuk mengadopsi gaya hidup eco living, yaitu:

1. Penghijauan untuk Menerapkan Eco Living

Penghijauan adalah salah astu cara untuk menerapkan gaya hidup eco living
Sumber: Unsplash.com

Pohon merupakan paru-paru planet bumi, Mereka bisa menghilangkan karbon dioksida serta kontaminan dari udara dan mengurangi tingkat ozon di daerah perkotaan. Selain itu, pohon juga dapat membantu mencegah erosi tanah. 

Tanpa adanya upaya penghijauan, efek pemanasan global akan semakin parah. Lalu apa yang bisa kamu lakukan untuk mendukung kampanye ini? Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Menanam tumbuhan di rumah
  • Ikut serta dalam komunitas berkebun

2. Clean Commuting

Jumlah karbon dioksida yang dihasilkan kendaraan menyumbang 30% dari emisi yang mengotori udara kita. Menggunakan transportasi umum, bersepeda, dan berjalan kaki dapat membantu mengurangi karbon dioksida di planet bumi.

3. Terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Sumber: Unsplash.com

Kita dapat mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang melalui banyak cara di rumah, sekolah, dan tempat kerja. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Kurangi penggunaan kantong belanja plastik dengan membawa tas daur ulang sendiri
  • Meminjam dari teman atau tetangga jika hanya membutuhkan sesuatu untuk sementara

Baca juga: 3 Kelebihan Hunian dengan Konsep Smart Living

4. Hemat Energi

Untuk menghemat energi, kamu tak perlu melakukan sesuatu yang besar. Sebaliknya, mulailah untuk melakukannya dengan hal kecil. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghemat energi, baik di rumah, sekolah, maupun kantor:

  • Beli produk hemat energi jika diperlukan 
  • Matikan daya peralatan listrik yang tidak digunakan untuk mengurangi penggunaan daya siaga
  • Matikan lampu saat kamu meninggalkan ruangan 
  • Matikan lampu di siang hari 

5. Efisiensi Air

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjalankan gaya hidup eco living dengan efisiensi air, yaitu:

  • Gunakan mesin cuci hanya ketika pakaian sudah penuh
  • Kumpulkan air bilasan dari mesin cuci untuk menyiram toilet dan mengepel lantai
  • Beli perlengkapan rumah yang punya label ‘hemat air’
  • Jangan membersihkan makanan di bawah air yang mengalir
  • Cuci sayuran dan piring di wastafel yang terisi, bukan di bawah keran yang mengalir
  • Mandi lebih cepat kurang dari 5 menit dan matikan keran saat sedang menggunakan sabun
  • Kencangkan kran agar tidak menetas
  • Alih-alih menggunakan selang yang mengalir, gunakan ember untuk mencuci mobil
  • Periksa kebocoran pada tangki pembilasan, pipa, kran, dan lain-lain. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki.

6. Tinggal di Lingkungan Hijau yang Ramah Lingkungan

Ilustrasi lingkungan hijau sebagai pendukung gaya hidup eco living
Sumber: Unsplash.com

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan gaya hidup eco living adalah memilih hunian yang ramah lingkungan. Kamu bisa memilih Gardens at Candi Sawangan yang menawarkan lingkungan yang hijau dan asri.

4 Kriteria Rumah dengan Konsep Eco Living

Selain menerapkan gaya hidup yang eco living, tentunya Anda juga perlu mengetahui apa saja kriteria rumah yang telah menerapkan kehidupan eco, berikut kriterianya:

1. Hunian dengan konsep eco living memiliki banyak bukaan

Banyaknya bukaan atau jendela ini, bertujuan untuk menghemat penggunaan energi di dalam rumah. Rumah dengan tema ini, dirancang untuk bisa memanfaatkan energi alternatif seperti sinar matahari. Bukaan yang besar di dalam rumah dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pencahayaan alami dari pagi hari hingga sore hari. 

Selain itu, juga dilengkapi dengan solar panel yang mana akan menyerap sinar matahari lalu mengubahnya menjadi tenaga listrik. Tak hanya untuk mendapatkan pencahayaan alami, banyaknya bukaan juga bermanfaat untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik.

2. Memiliki High Ceiling

Sesuai dengan prinsipnya yang hemat energi, penerapan high ceiling pada rumah dengan desain ini, bertujuan untuk mengurangi penggunaan listrik. Membangun rumah dengan langit-langit yang tinggi, bisa menjadi solusi terbaik agar rumah tetap terasa sejuk dan nyaman meski tanpa menggunakan pendingin ruangan atau AC. Selain membutuhkan daya listrik yang besar, penggunaan AC dapat berdampak negatif bagi lingkungan. 

3. Memiliki Ruang Terbuka Hijau

Minimnya ruang terbuka hijau di area perkotaan, dapat memperburuk pemanasan global. Maka dari itu, kehadirannya di lingkungan rumah bisa menjadi upaya penghijauan. Selain ikut berperan dalam pelestarian lingkungan, menghadirkan ruang terbuka hijau pribadi di rumah juga bisa memberikan sirkulasi udara yang baik. Sehingga, dapat menjadi tempat relaksasi bagi penghuninya, dan dapat juga difungsikan sebagai area resapan air.

4. Memiliki Pengelolaan Sampah yang Baik

Pengelolaan sampah atau limbah yang kurang baik kerap kali memberi dampak negatif hingga merusak lingkungan sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan pengurangan dan penanganan sampah yang baik, dimulai dari tempat terdekat yaitu rumah pribadi.

Rumah dengan desain ini, harus dilengkapi dengan tempat penampungan sampah sementara yang dibuat menjadi dua bagian untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Nantinya sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sementara itu sampah anorganik diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Penerapan Eco Living di Gardens at Candi Sawangan

Gardens at Candi Sawangan merupakan pengembangan kota mandiri pertama persembahan Candi Golf Group dengan luas 250 hektar di Selatan Jakarta. Menghadirkan konsep kawasan hunian asri dan modern dengan sustainable development, terintegrasi dengan kawasan lengkap terpadu dan penunjang fasilitas terbaik.

Gardens at Candi Sawangan dibangun dengan memperhatikan keseimbangan pengembangan antara Green Living, Pendidikan, dan Budaya secara terus – menerus sehingga menjadi satu pola pengembangan yang terpadu dan berkelanjutan demi tercapainya kehidupan yang lebih berkualitas.

Perumahan dikelilingi lingkungan hijau yang rimbun, sehingga menghasilkan kehidupan yang harmonis dengan alam. Sebuah hunian nyaman untuk keluarga Anda dan investasi menarik untuk masa depan Anda.

Untuk informasi selengkapnya, mengenai Cluster Rivergate Natural Living dengan konsep eco living, Anda bisa menghubungi (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau kunjungi official website Gardens di sini.