5 Inspirasi Desain Kamar Minimalis

Sebagai tempat istirahat untuk melepas penat setelah bekerja dan melakukan kegiatan sehari-hari, tentunya kamar tidur harus menjadi tempat yang nyaman. Khususnya bagi para generasi milenial dengan mobilitas yang tinggi.

Salah satu cara untuk membuat kamar lebih nyaman yaitu dengan memperhatikan desain interiornya. Selain mempercantik kamar, mengaplikasikan desain interior yang tepat dapat membuat kualitas istirahat Anda menjadi semakin baik.

Berikut ini inspirasi desain interior kamar minimalis yang bisa Anda coba terapkan:

Baca juga: Inspirasi 20 Desain Taman Minimalis Depan Rumah

5 Inspirasi Desain Kamar Minimalis

1. Ala Bohemian

Apakah Anda merupakan seseorang yang ekspresif dan menyukai hal-hal artistik? Desain kamar minimalis ala bohemian mungkin cocok untuk Anda. Desain bergaya bohemian atau dikenal juga sebagai boho ini terinspirasi dari cara hidup kaum nomaden dengan gaya hidup yang bebas.

Pemilihan warna kamar tidur bergaya bohemian ini sebenarnya bebas, namun identik dengan warna-warna yang alami seperti putih, coklat, dan cream. Gaya bohemian banyak menggunakan bahan kain dengan motif berpola yang artsy, biasanya pada bantal, karpet, dan tirai.

Kamar tidur ala bohemian juga kental dengan unsur alami seperti penggunaan furnitur berbahan kayu dan dekorasi berupa tanaman hias dengan daun lebar.

Foto: Unsplash

2. Desain Kamar Minimalis Ala Korea

Bagi Anda yang gemar menonton drama maupun film Korea pasti sudah tidak asing dengan desain kamar tidurnya yang sederhana namun estetik. Kamar tidur bergaya Korea ini kini tengah populer dan menjadi inspirasi banyak orang.

Desain interior kamar ala Korea ini identik dengan penggunaan furnitur yang rendah, seperti kasur yang langsung menempel ke lantai atau meja dan kursi yang rendah. Untuk warna, kamar tidur bergaya Korea sering menggabungkan warna putih, earth tone, dan soft pastel. Tambahkan dekorasi sederhana seperti hiasan dinding berupa lukisan, tanaman pot, dan cermin berdiri.

3. Ala Industrial

Desain interior kamar tidur ala industrial bisa menjadi pilihan Anda selanjutnya. Gaya industrial ini umumnya dikenal dengan tampilan yang over expose. Maksudnya, struktur dan material bangunan seperti batu bata, semen, atau kayu sengaja diperlihatkan.

Penggunaan warna pada desain industrial ini didominasi oleh warna monokrom dan earth tone. Furnitur-furnitur yang digunakan pada desain industrial ini biasanya lekat dengan kehadiran elemen kayu, logam atau metal.

Untuk melengkapi desain kamar tidur ala industrial Anda, tambahkan dekorasi atau ornamen yang terbuat dari barang-barang bekas.

Baca juga: 5 Tren Desain Rumah Milenial Kekinian

Foto: Unsplash

4. Ala Scandinavian

Inspirasi selanjutnya adalah salah satu yang paling populer, desain interior kamar tidur ala Scandinavian. Gaya ini banyak digemari karena tampilannya yang sederhana, terang, dan terkesan bersih.

Warna-warna netral seperti putih, abu-abu, hingga biru dan coklat muda mendominasi pada gaya Scandinavian ini. Namun, Anda bisa menambahkan warna-warna lainnya sebagai aksen. Desain kamar tidur ala Scandinavian juga identik dengan penggunaan jendela yang cukup besar untuk penerangan alami.

Untuk menciptakan kesan hangat, gunakan furnitur-furnitur dengan elemen kayu. Tak lupa, tambahkan dekorasi bersifat natural seperti tanaman hias.

5. Ala Vintage

Sesuai dengan namanya, desain kamar tidur ala vintage tentu saja kental dengan hal-hal berkesan jadul. Kamar tidur ala vintage biasanya menggunakan banyak dekorasi antik serta furnitur-furnitur lama bergaya retro.

Tak perlu khawatir, kini furnitur-furnitur retro banyak diproduksi sehingga mudah ditemukan. Sementara itu untuk warna, desain kamar ala vintage banyak menggunakan warna-warna pastel seperti biru muda, kuning, hijau telur asin, peach, akuamarin dan lainnya.

Desain kamar ala vintage juga khas dengan penerapan motif floral, dedaunan, hingga burung pada bantal, tirai, hingga dekorasi seperti vas bunga atau guci. Anda juga bisa menambahkan jam dinding dan bingkai foto antik agar kamar semakin bernuansa vintage

Foto: Unsplash

Itulah 5 inspirasi desain interior kamar minimalis yang bisa Anda coba. Wujudkan hunian impian Anda di Gardens at Candi Sawangan. Ada berbagai pilihan tipe rumah dengan gaya minimalis yang mengkombinasikan fungsi dan estetika.

Tak hanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai di sekitarnya, Gardens at Candi Sawangan juga bertempat di lokasi yang strategis, akses dan mobilitas yang mudah, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa menghubungi nomor berikut ini (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau Anda juga bisa kunjungi official website Gardens di sini.

Sumber: Voire, Brilio.net, interiordesign.id, Bramble furniture, Dekoruma, ruparupa, ACA, rukita

11 Tanaman Rumah Penghasil Oksigen Terbanyak

Tanaman rumah penghasil oksigen menjadi penghias rumah yang mempunyai banyak manfaat lho ternyata. Seperti yang sudah kamu ketahui, udara disekitar kita sudah mengalami penurunan kualitas, baik di dalam rumah maupun diluar rumah.

Namun untuk mengatasi hal tersebut, ada berbagai alternatif alami untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah. Salah satunya dengan menanam tanaman rumah penghasil oksigen. Tanaman rumah ini menjadi elemen dekorasi yang banyak diminati, karena kegunaannya yang dapat memperbaiki kualitas oksigen di dalam rumah. Selain itu, efek lain dari menanam tanaman rumah penghasil oksigen ini juga dapat meningkatkan kesehatan mentalmu lho.

Lalu apa saja tanaman rumah penghasil oksigen ini?

Contoh Tanaman Rumah Penghasil Oksigen dan Kegunaannya

Rumah menjadi tempat istirahat yang paling nyaman setelah kamu seharian melakukan kegiatan di luar rumah. Oleh karena itu untuk menunjang kenyamanan tersebut, berikut beberapa rekomendasi jenis tanaman rumah penghasil oksigen yang bisa kamu taruh di dalam rumah :

1. Sirih Gading

Sumber: live.staticflickr.com

Tanaman rumah yang memiliki nama ilmiah Epipremnum Aureum ini mempunyai ciri khas menyukai cahaya sedang, cukup terang tanpa matahari. Sebagai tanaman rumah penghasil oksigen, sirih gading dapat menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar terjaga dengan baik. Selain itu, tanaman rumah ini mampu menyedot racun berbahaya serta menghilangkan jenis polutan seperti benzena, toluena, formaldehida, karbon monoksida dan xilena.

Sirih gading juga dapat menjaga kelembapan udara di dalam rumahmu lho. Dan tanaman ini mampu menyerap karbon dioksida hingga 17,10%.

2. Peace Lily

Sumber: hips.hearstapps.com

Peace Lily merupakan salah satu tanaman penghasil oksigen yang berasal dari hutan hujan tropis Kolombia dan Venezuela. Bentuknya yang cantik membuat tanaman rumah ini menjadi salah satu tanaman favorit untuk digunakan sebagai dekorasi rumah yang memiliki banyak manfaat. Peace Lily dapat menetralkan gas beracun seperti karbon monoksida dan formaldehida, gas tersebut akan diserap sehingga udara di dalam rumah tetap terjaga kebersihannya.

Selain itu tanaman penghasil oksigen satu ini juga dapat membantu kamu yang memiliki permasalahan tidur. Udara yang tersaring oleh tanaman rumah ini dapat membuatmu bernafas dengan lebih baik dan membuat kamarmu terasa lebih nyaman, sehingga kamu pun dapat tidur dengan pulas. Selain itu, Peace Lily juga dapat membantumu mengurangi stres.

Peace Lily dapat kamu letakkan juga di area dapur atau kamar mandi, gunanya untuk mencegah pertumbuhan jamur serta spora.

Selain manfaat yang sudah dijabarkan diatas, menurut feng shui pun tanaman rumah ini dipercaya dapat membawa keberuntungan untukmu. Wah, menarik ya!

Baca juga : Inspirasi 20 Desain Taman Minimalis Depan Rumah

3. Krisan

Sumber: upload.wikimedia.org

Tanaman rumah penghasil oksigen berikutnya adalah krisan. Krisan atau Chrysanthemum Morifolium dapat menghilangkan zat berbahaya seperti formaldehida, xylene, benzena dan amonia. Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh NASA, bunga krisan mampu menghilangkan total 76.931 mikrogram benzene di udara dalam waktu 24 jam. Selain itu, krisan dapat memproduksi oksigen lebih tinggi dibandingkan tanaman rumah penghasil oksigen lainnya, karena krisan memiliki lebih banyak daun.

Fakta unik dari bunga krisan, selain dapat menjadi tanaman rumah, bunga ini juga mempunyai khasiat lain bagi kesehatan kamu. Mulai dari membuat saraf menjadi lebih rileks, mencegah penyakit jantung dan stroke hingga perawatan kulit.

Apakah kamu tertarik untuk menanamnya?

4. Lidah Mertua

Sumber: static.honestdocs.id

Lidah mertua atau sansevieria trifasciata masuk ke dalam daftar tanaman rumah penghasil oksigen selanjutnya yang bisa kamu koleksi di rumah. Pasalnya tanaman rumah ini menjadi salah satu tanaman hias yang dapat menghasilkan banyak oksigen. Selain itu peneliti dari Universitas Naresuan, Thailand, mengatakan bahwa lidah mertua dapat menyerap karbon dioksida sebanyak 0,49 ppm/m3 di dalam ruangan tertutup.

Selain karbon dioksida, di malam hari, lidah mertua juga dapat menyerap formaldehida, xilena, benzena dan trichlorethylene.

Bentuk lidah mertua yang artistik juga dapat menambah kesan mewah pada rumahmu. Selain itu perawatan tanaman rumah ini juga cukup mudah, kamu cukup menyiramnya seminggu sekali dan meletakkannya di dekat jendela dengan sinar matahari yang cukup.

5. Gerbera Daisy

Sumber: gardenandhappy.com

Tanaman rumah dengan warna yang menarik ini adalah bunga yang berasal dari Afrika Selatan. Selain dapat memproduksi oksigen pada malam hari, gerbera daisy juga merupakan salah satu tanaman penghasil oksigen yang dapat menyerap polutan berbahaya seperti benzena, formaldehida dan trichlorethylene. Dan sama seperti bunga krisan, gerbera daisy juga dapat menyerap polutan berbahaya hingga 90%.

Selain manfaat tadi, tanaman rumah ini bisa membantu kamu yang memiliki gangguan pernapasan maupun gangguan tidur. Kamu dapat menyimpan gerbera daisy di dalam kamar tidur untuk membantumu mendapatkan kualitas tidur yang baik.

6. Palem Bambu

Sumber: Rumah.com

Palem bambu atau Chamaedorea Seifrizii merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman hias indoor. Tanaman rumah ini mempunyai sifat bertumbuh yang toleran terhadap cahaya matahari dengan intensitas rendah dan sedikit air.

Palem bambu menjadi tanaman rumah penghasil oksigen yang banyak diminati, karena kegunaannya yang dapat menghilangkan zat kimia dan polutan berbahaya seperti formaldehida, pada udara di rumah. Selain itu untuk kamu yang mengalami gangguan pernapasan, tanaman rumah ini mempunyai manfaat yang baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Palem bambu juga dapat meningkatkan kelembapan udara di sekitar rumah. Kelembapan udara yang terjaga dengan baik dapat memberikan manfaat untuk mencegah sakit tenggorokan, pilek, batuk kering hingga membantu kamu mengurangi kulit kering.

Terlepas dari semua manfaat tersebut, palem bambu yang diletakkan didalam ruangan juga berguna untuk menciptakan kesan rumah sehat dan asri.

7. Ficus Elastica

Sumber: Eric Fiori on Unsplash

Ficus Elastica atau biasa kita kenal dengan tanaman rumah karet kebo merupakan tanaman hias yang berasal dari Asia bagian Selatan dan Tenggara. Namun tanaman karet kebo ini sudah banyak dibudidayakan di negara India, Amerika Serikat (Florida), Sri Lanka, dan Indonesia. Ficus Elastica mempunyai daun yang berbentuk oval dengan panjang 10 – 35cm dan lebar sekitar 5 – 15cm. Dan karena bentuknya yang sederhana, Ficus Elastica dapat memberikan kesan mewah pada dekorasi rumahmu.

Ficus elastica mempunyai manfaat untuk penjernihan udara di rumahmu. Menurut penelitian NASA, tanaman rumah ini masuk kedalam kategori tanaman yang bisa meningkatkan kualitas udara. Kesalahpahaman umum yang terjadi selama ini bahwa jika udara bersih, maka tidak ada bahan kimia berbahaya yang beredar. Namun pada kenyataannya itu salah, untuk itu jika kamu menaruh ficus elastica didalam ruangan, tanaman hias ini dapat menyerap dan mengubah senyawa berbahaya ini menjadi lingkungan yang lebih aman sekaligus menambahkan oksigen untuk membuat udara bebas dari spora jamur.

Perawatan tanaman rumah ini pun terbilang sederhana. Ficus elastica dapat beradaptasi pada lingkungan yang minim cahaya ataupun bisa ditaruh ditempat yang tidak terkena paparan cahaya secara langsung. Ficus elastica juga tidak perlu terlalu sering disiram. Kamu bisa menanam ficus elastica pada tanah dengan kelembapan rendah dan pemupukan yang sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Bagaimana, kamu tertarik untuk menanamnya didalam rumah?

Baca juga : Menikmati Nuansa Alam di Gardens at Candi Sawangan

8. Sri Rejeki

Sumber: thegorbalsla.com

Sri rejeki mempunyai nama latin Aglaonema atau dikenal juga dengan sebutan tanaman hias cemara cina. Tanaman hias ini memiliki bentuk yang unik, daunnya mempunyai corak yang mencolok, sehingga dapat dijadikan pelengkap untuk dekorasi rumahmu.

Sri rejeki juga memiliki manfaat untuk memurnikan udara karena tanaman ini dapat menghilangkan polutan berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan lainnya. Pada malam hari, tanaman rumah ini menyerap CO2 dan memproduksi oksigen yang baik bagi kesehatan kamu. Udara yang baik dapat membuat tubuh kita menjadi lebih rileks dan produktivitas pun akan meningkat.

Kamu bisa meletakkan tanaman sri rejeki ditempat yang minim cahaya, seperti sudut kamar, dapur, ruang tamu, ruang keluarga serta ruang makan. Karena pada dasarnya, tanaman rumah ini adalah jenis tanaman yang harus diletakkan di area indoor. Semakin sering berada di area indoor, maka sri rejeki akan bertumbuh semakin baik.

9. Kuping Gajah

Sumber: pexels-Huy Phan

Tanaman hias satu ini merupakan tanaman yang pastinya sudah sering kamu dengar. Kuping Gajah atau Anthurium Andreanum Linden adalah tanaman yang banyak ditemukan di daerah hutan hujan Amerika Tengah Selatan.

Bentuknya yang unik seperti telinga gajah menjadi daya tarik tersendiri bagi tanaman rumah satu ini. Tak heran, banyak yang menjadikan tanaman hias ini menjadi salah satu dekorasi rumah yang memberi kesan nyaman dan menenangkan.

Selain sebagai tanaman rumah penghasil oksigen, Kuping Gajah mempunyai manfaat lain bagi kesehatanmu, seperti menjadi media relaksasi atau penghilang stres alami yang fungsinya kurang lebih sama seperti lilin aroma terapi. Tidak banyak yang tahu bahwa tanaman rumah ini digunakan juga sebagai bahan obat herbal alami yang dapat mengobati bengkak pada mulut dan meredakan bengkak di tenggorokan karena radang. Selain itu, masih banyak lagi manfaat tanaman kuping gajah yang bisa didapatkan

Cara perawatannya pun terbilang cukup mudah, kamu cukup memberikan pupuk kompos satu bulan sekali dan menyiramnya setiap hari. Dan kamu bisa meletakkan kuping gajah di dalam rumah atau di halaman yang tidak terlalu terpapar sinar matahari.

10. Kemangi Suci (Tulsi)

Sumber: pexels-monicore

Mungkin kamu masih terasa asing dengan tanaman rumah satu ini, kemangi suci atau tulsi memiliki beberapa sebutan seperti holy basil atau ocimum sanctum. Tanaman ini memiliki karakteristik permukaan daun yang kasar, tepinya berwarna kecokelatan dengan gradasi warna hijau keabu-abuan. Kemangi suci berbeda dengan kemangi biasa yang memiliki daun dengan permukaan halus dan berwarna hijau keabu-abuan.

Kemangi suci sudah digunakan sejak lama oleh masyarakat India sebagai pengobatan herbal. Menurut Journal of Ayuverda and Integrative Medicine, kemangi suci memiliki sebutan “Mother Medicine of Nature” dan “The Queen of Herbs” karena manfaatnya yang banyak bagi kesehatan. Manfaat kemangi suci ini antara lain dapat mengurangi stres fisik, mampu melawan infeksi, mempunyai sifat antiinflamasi dan mampu menjaga kesehatan mental.

Selain itu tanaman ini mampu meningkatkan pasokan oksigen selama 20 jam sehari dan kemangi suci mampu menyerap gas berbahaya seperti sulfur dioksida, karbon monoksida serta karbon dioksida dari udara. Tak heran, tanaman ini banyak ditanam di area rumah.

Terlepas dari banyaknya manfaat yang telah disebutkan tadi, kemangi suci atau tulsi juga dipercaya dapat melindungi rumah dari kejahatan.

11. Lidah Buaya

Sumber: pexels – Cintia Siqueira

Siapa yang tidak kenal tanaman rumah satu ini? Yap! Lidah buaya merupakan tanaman yang sudah populer. Manfaat yang ditawarkan dari tanaman ini pun sudah menjadi rahasia umum, diantaranya dapat menghaluskan kulit dan menyuburkan rambut. Lidah buaya juga mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang tinggi seperti vitamin C, vitamin A, vitamin E, vitamin B1, magnesium, zinc dan fosfor. Selain itu, lidah buaya merupakan sumber yang baik untuk banyak senyawa bagi tubuhmu, termasuk glukosa, manosa, hamosa, dan selulosa.

Namun, tahukah kamu kalau lidah buaya juga mempunyai manfaat penting lainnya? Lidah buaya mampu memurnikan udara, karena dapat menghilangkan polutan berbahaya seperti benzena dan formaldehida dari udara. Tidak hanya itu, lidah buaya juga dapat memproduksi oksigen dan melepaskannya pada malam hari.

Tak heran, jika jenis tanaman hias ini merupakan salah satu tanaman rumah penghasil oksigen yang banyak dicari dan ditanam.

Nah itulah jenis tanaman hias penghasil oksigen yang dapat kamu gunakan sebagai salah satu dekorasi bagi hunianmu. Yuk mulai ciptakan lingkungan yang bersih mulai dari rumahmu!

6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Dewasa ini, masyarakat urban banyak menaruh perhatian terhadap lingkungan dan alam. Salah satu implementasinya adalah dengan menganut gaya hidup eco living.

Secara umum, filosofi eco living adalah melindungi planet, mendukung kehidupan spesies lain, serta menjaga masa depan hidup manusia. Apa sebenarnya pengertian eco living itu sendiri? Apa saja keuntungannya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Eco Living?

Eco living merupakan sebuah filosofi untuk menjaga kelestarian alam secara keseluruhan. Gaya hidup eco living berusaha untuk menjaga, melestarikan, dan melindungi kehidupan lingkungan planet bumi ini, dengan cara mengenali keunikan berbagai ekosistem dan spesies lainnya.

Setiap biotop menopang banyak bentuk kehidupan. Sayangnya, aktivitas manusia mengancam biotop di seluruh dunia saat kita mengubah planet ini menurut ukuran kita sendiri, mempromosikan keunikan spesies kita hingga merugikan semua spesies lainnya. 

Ini menciptakan beban serius bagi lingkungan. Selain itu, perubahan iklim juga akan sangat mungkin membahayakan ekosistem.

Baca juga: 6 Keuntungan Memiliki Hunian Green Living

6 Cara Menerapkan Gaya Hidup Eco Living

Ada lima cara yang bisa kamu lakukan untuk mengadopsi gaya hidup eco living, yaitu:

1. Penghijauan untuk Menerapkan Eco Living

Penghijauan adalah salah astu cara untuk menerapkan gaya hidup eco living
Sumber: Unsplash.com

Pohon merupakan paru-paru planet bumi, Mereka bisa menghilangkan karbon dioksida serta kontaminan dari udara dan mengurangi tingkat ozon di daerah perkotaan. Selain itu, pohon juga dapat membantu mencegah erosi tanah. 

Tanpa adanya upaya penghijauan, efek pemanasan global akan semakin parah. Lalu apa yang bisa kamu lakukan untuk mendukung kampanye ini? Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Menanam tumbuhan di rumah
  • Ikut serta dalam komunitas berkebun

2. Clean Commuting

Jumlah karbon dioksida yang dihasilkan kendaraan menyumbang 30% dari emisi yang mengotori udara kita. Menggunakan transportasi umum, bersepeda, dan berjalan kaki dapat membantu mengurangi karbon dioksida di planet bumi.

3. Terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Sumber: Unsplash.com

Kita dapat mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang melalui banyak cara di rumah, sekolah, dan tempat kerja. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Kurangi penggunaan kantong belanja plastik dengan membawa tas daur ulang sendiri
  • Meminjam dari teman atau tetangga jika hanya membutuhkan sesuatu untuk sementara

Baca juga: 3 Kelebihan Hunian dengan Konsep Smart Living

4. Hemat Energi

Untuk menghemat energi, kamu tak perlu melakukan sesuatu yang besar. Sebaliknya, mulailah untuk melakukannya dengan hal kecil. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghemat energi, baik di rumah, sekolah, maupun kantor:

  • Beli produk hemat energi jika diperlukan 
  • Matikan daya peralatan listrik yang tidak digunakan untuk mengurangi penggunaan daya siaga
  • Matikan lampu saat kamu meninggalkan ruangan 
  • Matikan lampu di siang hari 

5. Efisiensi Air

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjalankan gaya hidup eco living dengan efisiensi air, yaitu:

  • Gunakan mesin cuci hanya ketika pakaian sudah penuh
  • Kumpulkan air bilasan dari mesin cuci untuk menyiram toilet dan mengepel lantai
  • Beli perlengkapan rumah yang punya label ‘hemat air’
  • Jangan membersihkan makanan di bawah air yang mengalir
  • Cuci sayuran dan piring di wastafel yang terisi, bukan di bawah keran yang mengalir
  • Mandi lebih cepat kurang dari 5 menit dan matikan keran saat sedang menggunakan sabun
  • Kencangkan kran agar tidak menetas
  • Alih-alih menggunakan selang yang mengalir, gunakan ember untuk mencuci mobil
  • Periksa kebocoran pada tangki pembilasan, pipa, kran, dan lain-lain. Jika ditemukan kerusakan, segera perbaiki.

6. Tinggal di Lingkungan Hijau yang Ramah Lingkungan

Ilustrasi lingkungan hijau sebagai pendukung gaya hidup eco living
Sumber: Unsplash.com

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan gaya hidup eco living adalah memilih hunian yang ramah lingkungan. Kamu bisa memilih Gardens at Candi Sawangan yang menawarkan lingkungan yang hijau dan asri.

4 Kriteria Rumah dengan Konsep Eco Living

Selain menerapkan gaya hidup yang eco living, tentunya Anda juga perlu mengetahui apa saja kriteria rumah yang telah menerapkan kehidupan eco, berikut kriterianya:

1. Hunian dengan konsep eco living memiliki banyak bukaan

Banyaknya bukaan atau jendela ini, bertujuan untuk menghemat penggunaan energi di dalam rumah. Rumah dengan tema ini, dirancang untuk bisa memanfaatkan energi alternatif seperti sinar matahari. Bukaan yang besar di dalam rumah dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pencahayaan alami dari pagi hari hingga sore hari. 

Selain itu, juga dilengkapi dengan solar panel yang mana akan menyerap sinar matahari lalu mengubahnya menjadi tenaga listrik. Tak hanya untuk mendapatkan pencahayaan alami, banyaknya bukaan juga bermanfaat untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik.

2. Memiliki High Ceiling

Sesuai dengan prinsipnya yang hemat energi, penerapan high ceiling pada rumah dengan desain ini, bertujuan untuk mengurangi penggunaan listrik. Membangun rumah dengan langit-langit yang tinggi, bisa menjadi solusi terbaik agar rumah tetap terasa sejuk dan nyaman meski tanpa menggunakan pendingin ruangan atau AC. Selain membutuhkan daya listrik yang besar, penggunaan AC dapat berdampak negatif bagi lingkungan. 

3. Memiliki Ruang Terbuka Hijau

Minimnya ruang terbuka hijau di area perkotaan, dapat memperburuk pemanasan global. Maka dari itu, kehadirannya di lingkungan rumah bisa menjadi upaya penghijauan. Selain ikut berperan dalam pelestarian lingkungan, menghadirkan ruang terbuka hijau pribadi di rumah juga bisa memberikan sirkulasi udara yang baik. Sehingga, dapat menjadi tempat relaksasi bagi penghuninya, dan dapat juga difungsikan sebagai area resapan air.

4. Memiliki Pengelolaan Sampah yang Baik

Pengelolaan sampah atau limbah yang kurang baik kerap kali memberi dampak negatif hingga merusak lingkungan sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan pengurangan dan penanganan sampah yang baik, dimulai dari tempat terdekat yaitu rumah pribadi.

Rumah dengan desain ini, harus dilengkapi dengan tempat penampungan sampah sementara yang dibuat menjadi dua bagian untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Nantinya sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sementara itu sampah anorganik diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Penerapan Eco Living di Gardens at Candi Sawangan

Gardens at Candi Sawangan merupakan pengembangan kota mandiri pertama persembahan Candi Golf Group dengan luas 250 hektar di Selatan Jakarta. Menghadirkan konsep kawasan hunian asri dan modern dengan sustainable development, terintegrasi dengan kawasan lengkap terpadu dan penunjang fasilitas terbaik.

Gardens at Candi Sawangan dibangun dengan memperhatikan keseimbangan pengembangan antara Green Living, Pendidikan, dan Budaya secara terus – menerus sehingga menjadi satu pola pengembangan yang terpadu dan berkelanjutan demi tercapainya kehidupan yang lebih berkualitas.

Perumahan dikelilingi lingkungan hijau yang rimbun, sehingga menghasilkan kehidupan yang harmonis dengan alam. Sebuah hunian nyaman untuk keluarga Anda dan investasi menarik untuk masa depan Anda.

Untuk informasi selengkapnya, mengenai Cluster Rivergate Natural Living dengan konsep eco living, Anda bisa menghubungi (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau kunjungi official website Gardens di sini.

Ini Dia 9 Manfaat Balkon di Rumah

Sudah tahukah kamu, manfaat balkon di rumah? Menurut definisinya balkon merupakan teras lantai atas biasanya ditambahkan pada rumah bertingkat atau yang berlantai lebih dari satu. Dalam pembuatannya, tidak ada spesifikasi khusus untuk ukuran, bentuk, maupun konstruksi balkon, karena menyesuaikan dengan ukuran rumah itu sendiri.

Balkon seringkali dianggap dapat menambah estetika pada eksterior atau fasad rumah yang mana dapat meningkatkan nilai jual rumah tersebut. Namun bagi sebagian orang, keberadaan balkon menjadi suatu hal yang tidak penting karena dirasa tidak memiliki fungsi.

Tapi tahukah kamu, selain menambah nilai estetika rumahmu, balkon ternyata memiliki banyak manfaat lho. Simak penjelasan berikut yuk!

Baca juga: 7 Tipe-tipe Rumah Paling Umum di Indonesia. Mana Favoritmu?

Manfaat Balkon di Rumah

Balkon atau teras lantai atas rumah ternyata memiliki banyak manfaat dan berikut manfaat balkon di rumah:

1. Memaksimalkan Masuknya Sinar Matahari

Biasanya balkon dibuat dengan ukuran yang cukup besar, hal ini tentu bukan tanpa tujuan. Balkon dengan ukuran yang cukup besar dapat memaksimalkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan. Selain itu, sirkulasi udara di dalam ruangan pun akan terjaga dengan baik.

Tak hanya itu, sinar matahari yang berasal dari balkon rumah dapat membantu pecahayaan alami dalam rumahmu, sehingga kamu dapat menghemat energi listrik pada siang hari.

Foto: Unsplash

2. Mempertegas Lantai Atas

Manfaat lainnya, balkon dapat mempertegas perbedaan antara lantai dasar dengan lantai atas. Bentuk balkon yang menonjol keluar, dapat memperlihatkan perbedaan level yang ada pada rumah dan ini akan terlihat sangat jelas dari luar. Selain itu, area balkon juga dapat mempertegas skala bangunan. 

Foto: Unsplash

Baca juga: 3 Kelebihan Hunian dengan Konsep Smart Living

3. Memperluas Pandangan

Balkon yang terletak di lantai atas dapat menambah jarak pandang kamu. Hal ini dapat menjadikan balkon sebagai tempat bersantai favorit untukmu, karena kamu dapat menikmati pemandangan di sekitar rumah lebih leluasa.

Foto: Unsplash                                          

4. Tempat Bersantai

Manfaat balkon di rumah selanjutnya adalah sebagai tempat bersantai bersama keluarga. Area balkon menjadi area yang tepat sebagai tempat berkumpul dan bersantai karena letaknya yang berada di teras atas rumah. Kamu dapat mengatur area ini senyaman mungkin dengan meletakkan sofa yang empuk, meja kecil atau dekorasi lainnya untuk menciptakan suasana santai.

Dari area balkon, kamu dan keluarga bisa menikmati sinar matahari di pagi hari, melihat sunset di sore hari, atau berbagai kegiatan yang menyenangkan lainnya.

5. Lahan untuk Berkebun

Manfaat balkon di rumah yang kelima adalah sebagai lahan untuk berkebun. Area balkon yang terbatas dapat kamu manfaatkan sebagai lahan berkebun. Kebun mini di balkon ini bisa menjadi alternatif bagimu yang hobi bercocok tanam tetapi tidak memiliki lahan tanah. Area berkebun di balkon juga bisa membuat rumah tampak lebih cantik, asri, dan hidup.

Ada berbagai jenis tanaman yang bisa kamu pilih dari tanaman hias seperti kaktus hingga sayur mayur seperti tomat, cabai, dan mentimun. Letak balkon yang langsung terkena sinar matahari juga sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. 

Foto: Unsplash

6. Sebagai Area Olahraga

Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran tubuh dan kamu tidak perlu pergi keluar rumah untuk melakukan kegiatan tersebut. Salah satu manfaat balkon di rumah yaitu sebagai area olahraga. Kamu dapat memanfaatkan balkon rumahmu sebagai tempat kamu dan keluarga berolahraga, cukup letakkan alat olahraga sederhana seperti treadmill, karpet yoga, barbel serta alat olahraga sederhana lainnya.

Melakukan olahraga di luar ruangan mempunyai banyak manfaat lho, salah satunya yaitu dapat melatih pernapasan, membantu menangkal gangguan afektif musiman, depresi, dan kecemasan.

7. Area Bermain Bagi si Kecil

Mempunyai kegiatan di luar ruangan juga baik untuk tumbuh kembang si kecil. Balkon bisa menjadi salah satu tempat untuk area bermain si kecil. Kamu dapat mengatur balkon sedemikian rupa sebagai area bermain dan belajar yang nyaman dan aman bagi si kecil.

Tambahkan ayunan untuk bermain si kecil pada area balkon, dan juga beberapa sarana belajar sederhana yang dapat mengasah kreativitas si kecil. Menghabiskan waktu di luar ruangan terlebih pada pagi hari dapat membawa manfaat yang baik bagi pertumbuhan si kecil.

8. Area Bekerja atau Belajar

Kamu pasti bosan jika terlalu lama bekerja atau belajar di dalam ruangan kan? Nah, balkon dapat kamu manfaatkan juga sebagai area belajar atau bekerja. Cukup letakkan kursi atau sofa yang nyaman serta meja pada area balkon, dan kamu bisa menggunakannya untuk bekerja atau belajar.

Menurut penelitian, melakukan aktivitas bekerja atau belajar di luar ruangan dapat membantumu mengurangi stress karena kegiatan tersebut.

9. Membuat Rumah Menjadi Lebih Hidup

Manfaat balkon di rumah dapat menambah nilai estetika rumahmu. Bila kamu mendesain balkon menjadi lebih menarik akan membuat rumahmu terkesan lebih ‘hidup’, selain itu bila orang lain melihat dari luar rumah juga akan menjadi lebih menarik. Selain itu desain yang menarik pada balkon rumahmu juga dapat memberikan ciri khas serta kesan unik sehingga mudah dikenali dari luar oleh tamu yang akan datang ke rumahmu.

Itulah manfaat balkon di rumah yang harus kamu ketahui. Semoga dapat membantu memberikan ide dalam mendesain area balkon rumahmu menjadi lebih menarik dan unik.

Ingin memiliki rumah impian? Mari wujudkan hunian impianmu bersama Gardens at Candi Sawangan. Ada berbagai pilihan cluster rumah dengan gaya minimalis yang mengkombinasikan fungsi dan estetika.

Cluster Evergreen Smart Living merupakan salah satu perumahan klaster terbaru dari Gardens at Candi Sawangan, yang sudah dilengkapi dengan area balkon untuk memberikan kenyamanan dalam beraktivitas di rumah bagi para penghuninya. Tak hanya itu, Gardens at Candi Sawangan juga dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai di sekitarnya. Bertempat di lokasi yang strategis akses dan mobilitas yang mudah, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa menghubungi nomor berikut ini (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau kamu juga bisa kunjungi official website Gardens di sini.

Mengenal Cara Kerja Smart Home System

Kemudahan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan berumah tangga, tentunya menjadi impian banyak orang. Kini, impian tersebut dapat terwujud dengan kecanggihan teknologi bernama smart home system.

Apa itu teknologi smart home? dan bagaimana cara kerja smart home? Para developer mulai membangun hunian berbasis teknologi yang dilengkapi dengan IoT Smart Home atau smart home system. Sistem ini memungkinkan semua komponen yang ada di dalam rumah dapat dikendalikan melalui telepon genggam dengan koneksi internet.

Foto: Unsplash

Smart Home sendiri merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari IoT atau Internet of things. Diciptakan untuk membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis dan cepat.

Teknologi Smart Home ini memungkinkan penghuni rumah untuk mengontrol berbagai barang yang ada di rumah seperti pintu, jendela, lampu, alat pendingin ruangan hingga pemanas air dari jarak jauh.

Selain memberikan kemudahan, teknologi Smart Home ini juga dapat memberikan keamanan lebih pada rumah. Lalu bagaimanakah cara kerja dari Smart Home ini?

Baca juga: 3 Kelebihan Hunian dengan Konsep Smart Living

2 Komponen yang Mendukung Cara Kerja Smart Home

Pada umumnya, teknologi Smart Home memiliki sistem yang terdiri dari dua komponen penting yaitu IoT (Internet of Things) dan AI (artificial intelligence). Kedua komponen ini memiliki perannya masing-masing. Apa saja?

IoT (Internet of Things)erperan dalam menghubungkan satu alat dengan alat yang lain sedangkan AI membantu dalam membuat keputusan. Kemudian, IoT dan AI bekerja sama dalam mengumpulkan data dan informasi.

Namun, selain kedua komponen ini ada juga komponen-komponen lainnya yaitu Sensor, Command-and-control management, dan Actuator.

Foto: Freepik

Meskipun memiliki berbagai kelebihan karena dirancang dengan teknologi yang canggih, sistem Smart Home tentunya juga memiliki kekurangan. Untuk kelebihannya, Smart Home akan memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Keamanan juga terjaga karena notifikasi akan muncul pada ponsel apabila ada masalah di rumah. Selain itu, penghuni rumah juga dapat menghemat biaya listrik karena sistem Smart Home membuat penggunaan alat elektronik menjadi lebih efisien.

Sementara itu, kekurangan dari Smart Home yaitu kemungkinan terganggunya sistem karena bug hingga kemungkinan diretasnya sistem oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Penggunaan sistem Smart Home pada hunian merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan kualitas hidup. Wujudkan hunian impian Anda bersama keluarga di Gardens at Candi Sawangan. Mengikuti pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, Gardens hadir dengan klaster terbaru yaitu Evergreen Smart Living.

Cluster ini sudah dilengkapi dengan Smart Home 2.0. Beberapa fitur canggih yang dapat Anda temui pada klaster ini yaitu seperti Smart Lock Door, Smart Sensor, Smart CCTV Monitoring, Smart Light Switch dan Alexa Voice Assistant.

Tak hanya itu, Gardens at Candi Sawangan juga dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai di sekitarnya, bertempat di lokasi yang strategis akses dan mobilitas yang mudah, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa menghubungi nomor berikut ini (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau Anda juga bisa kunjungi official website Gardens di sini.

Sumber: myECO, QWords, intive studio

5 Hal Utama Penentu Harga Rumah

Berbagai macam harga rumah yang ditawarkan di pasaran memberikan banyak sekali pilihan perumahan yang bisa Anda beli. Tentunya membeli rumah atau hunian tidak bisa sembarangan, ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu sebelum membeli hunian Anda, salah satunya adalah berapa budget Anda untuk membeli rumah.

Harga rumah mulai dari yang murah hingga mahal pun sudah banyak tersedia. Bagi Anda yang sudah siap untuk membeli rumah dan sudah memiliki budget yang pasti, maka Anda bisa langsung mencari hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Banyak faktor yang mempengaruhi dan jika Anda sudah mengetahui faktor – faktor tersebut, maka proses pencarian bisa menjadi lebih cepat. Anda tidak perlu lagi menerka – nerka harga properti.

Banyak faktor – faktor yang harus dipertimbangkan ketika Anda akan membeli rumah, salah satunya adalah berapa biaya yang harus Anda siapkan. Tentunya membeli rumah haruslah sesuai dengan kebutuhan dan berapa budget Anda. Harga properti perumahan adalah salah satu faktor yang paling menentukan ketika Anda akan membeli hunian. Tentunya Anda akan membeli rumah yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Oleh karena itu, berapa biaya yang dibutuhkan untuk membeli rumah adalah hal yang paling utama dilihat dan dipertimbangkan.

Harga properti perumahan sendiri berbeda – beda dan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Nilai suatu properti tidak akan luput dari berbagai macam faktor yang penting untuk Anda ketahui. Jadi, pencarian properti hunian yang sesuai dengan budget Anda akan lebih mudah jika Anda sudah mengetahui faktor – faktor tersebut.

Bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana harga pasaran perumahan bisa terbentuk, simak berbagai faktor dibawah ini:

Baca juga: 6 Cara Jual Rumah Cepat yang Bisa Kamu Coba

Faktor yang Mempengaruhi Harga Rumah

Harga rumah ditentukan oleh kualitas dari bangunan tersebut, lokasi, lingkungan sekitar, dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin mencari hunian dengan harga tertentu, Anda bisa mencari perumahan yang memiliki faktor – faktor tertentu yang menjadikan hunian tersebut memiliki harga yang sesuai keinginan Anda. Berikut adalah faktor – faktro yang menentukan harga rumah:

1. Faktor Lokasi Penentu Harga Rumah

Lokasi merupakan hal pertama yang sangat mempengaruhi harga perumahan. Rumah yang berlokasi di tengah atau pusat kota tentunya akan memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rumah di pinggiran kota.

Harga akan semakin meningkat jika rumah berada di lokasi yang strategis, misalnya dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, dan lainnya. 

Lokasi rumah sangat menentukan harga suatu rumah

2. Kondisi Lingkungan

Harga rumah juga dapat ditentukan dari kondisi lingkungan di sekitarnya, baik secara fisik maupun sosial. Dari segi fisik ini meliputi kualitas air, temperatur udara, lanskap dan vegetasi. Rumah dengan kondisi lingkungan yang baik akan memberikan kenyamanan, kesejukan, dan ketenangan sehingga harga yang ditawarkan pun lebih mahal.

Sementara itu dari segi sosial biasanya berhubungan dengan keamanan dan sikap warga sekitar. Rumah dengan lingkungan yang kurang aman dan rawan kejahatan biasanya memiliki harga yang lebih rendah. 

Baca juga: 5 Kerugian Mengontrak Rumah

3. Aksesibilitas

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi tinggi rendahnya harga rumah yaitu akses. Kemudahan akses dari hunian menuju tengah kota atau pusat bisnis ini sangat penting khususnya bagi konsumen dengan mobilitas yang tinggi.

Maka dari itu, rumah yang lokasinya dekat dengan gerbang tol dan sarana transportasi umum biasanya lebih banyak diminati serta memiliki nilai jual yang relatif lebih tinggi.

Perumahan yang dekat dengan fasilitas transportasi publik memiliki harga yang lebih mahal

4. Luas Bangunan dan Jumlah Ruangan

Hal ketiga yang akan mempengaruhi harga rumah adalah luas bangunan dan jumlah ruangan dari rumah itu sendiri. Semakin besar luas bangunan/tanahnya maka nilai jualnya pun semakin tinggi.

Begitu pula dengan jumlah ruangan, rumah yang memiliki ruangan lebih banyak harganya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan yang ruangannya sedikit. 

5. Fasilitas

Nilai jual sebuah rumah juga ditentukan oleh fasilitas. Fasilitas yang dimaksud adalah berbagai fasilitas yang disediakan di dalam hunian maupun yang berada di kawasan perumahan. Misalnya, perumahan yang didalamnya sudah dilengkapi dengan fasilitas kolam renang tentu memiliki harga yang lebih tinggi.

Untuk fasilitas yang tersedia di sekitar lokasi perumahan yaitu seperti swalayan, pertokoan, aula, tempat ibadah, playground, dan lainnya. Semakin banyak fasilitas yang tersedia di sekitar perumahan maka harga rumah pun akan meningkat. 

Harga rumah ditentukan oleh banyak faktor
Fasilitas dalam komplek perumahan juga mempengaruhi harga suatu rumah

Itulah 5 hal utama yang bisa menjadi penentu harga rumah: lokasi, kondisi lingkungan fisik dan sosial, aksesibilitas, luas bangunan, dan fasilitas. Selain itu, tren harga di sekitar area properti juga sangat berpengaruh.

Wujudkan hunian impian Anda bersama keluarga di Gardens at Candi Sawangan dengan berbagai klaster pilihan bergaya minimalis yang mengkombinasikan fungsi dan estetika. Tak hanya itu, Gardens at Candi Sawangan juga bertempat di lokasi yang strategis, akses dan mobilitas yang mudah, fasilitas yang lengkap, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa menghubungi nomor berikut ini (021) 7470 7959 maupun 0812 9360 6612 (WA) atau Anda juga bisa kunjungi official website Gardens di sini.

Sumber: propertree.id, pluang, housingestate.id

7 Tipe-tipe Rumah Paling Umum di Indonesia. Mana Favoritmu?

Apakah kamu saat ini sedang ingin membeli rumah? Sebelum membeli hunian, kamu sebaiknya mengetahui tipe-tipe rumah di Indonesia terlebih dahulu.

Mengetahui tipe-tipe rumah dapat membuat kamu lebih paham dengan hunian seperti apa yang ingin kamu miliki nantinya. Selain itu, informasi ini juga dapat membuat kamu mudah dalam menyesuaikan budget yang dimiliki sekarang.

Lalu, apa saja tipe-tipe rumah yang umumnya terdapat di Indonesia saat ini? Yuk ketahui informasi lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Apa Itu Perumahan Cluster? Ini Ciri-Ciri dan Kelebihannya

1. Tipe Rumah 21/24

kodjodesing

Tipe rumah yang adalah tipe 21/24. Rumah dengan luas 21 meter atau 24 meter ini menyasar pada orang-orang di segmen menengah ke bawah. Lalu, berapa harganya? Hal ini akan tergantung dari lokasinya. Namun, biasanya rumah tipe ini memiliki harga sekitar 100 juta-an.

21/24 merupakan tipe rumah yang cocok untuk ditinggali oleh keluarga muda. Selain itu, rumah ini juga cocok untuk pembeli baru karena harganya yang tergolong terjangkau.2.

2. Tipe Rumah 36

Sumber: rumahkita123.com

Tipe 36 adalah rumah yang sangat banyak disukai banyak orang saat ini. Alasannya, ukuran rumah ini tergolong tidak terlalu kecil namun masih punya harga yang masuk akal. Sama seperti tipe 21, rumah ini sangat cocok untuk dimiliki keluarga kecil. Terutama mereka yang punya anak kecil.

Lalu, berapa harganya? Rumah ini mempunyai rentang harga Rp300-400 juta. Meski begitu, harga ini masih termasuk estimasi. Nominal harga akan tergantung dari berbagai faktor, termasuk lokasi.

3. Tipe Rumah 45

Sumber: HargaDepo

Selanjutnya, tipe rumah yang biasanya ada di Indonesia adalah tipe rumah 45. Meski punya harga sekitar Rp500 juta, namun tipe rumah ini tetap masuk ke pasar menengah ke bawah. Tipe 45 merupakan rumah yang paling cocok untuk kamu miliki jika merasa rumah 36 terlalu kecil.

Rumah ini memiliki dimensi sekitar 6×7,5 meter, dengan luas tanah sekitar 72, 90, dan 96 meter persegi. Dengan ukuran yang cukup luas ini, rumah ini bisa ditambahkan dengan tanamann maupun garasi. Cocok untuk ditempati keluarga muda dengan anak lebih dari satu.

4. Tipe Rumah 54

Sumber: fotorumahminimalis.com

Jika kamu masih merasa rumah tipe 45 masih sempit, maka kamu bisa memilih rumah tipe 54.  Dengan dimensi 9×6 meter dan 13,5×4 meter, rumah ini cocok ditempati untuk keluarga yang memiliki 2 anak.

Dengan dimensinya yang cukup luas, kamu bisa menambahkan berbagai elemen seperti garasi ataupun taman untuk rumah tipe 54.

5. Tipe Rumah 60

Sama seperti namanya, rumah tipe 60 memiliki luas sekitar 60 meter persegi dar segi bangunan. Sementara itu, luas tanahnya akan bervariasi. Tergantung dari developer, lokasi, serta lingkungan perumahannya.

Banyak sekali piihan spesifikasi yang bisa kamu untuk meminang rumah ini. Mulai dari 60/72, 60/80, 60/100. Sesuai dengan namanya, spesifikasi 60/72 berarti mempunyai luas bangunan 60 meter, dengan luas tanah 72 meter persegi.

Type rumah 60/72 artinya rumah tersebut memiliki luas bangunan 60 meter persegi dan luas tanah 72 meter persegi. Harga dari rumah tipe ini tergantung dari lokasinya. Untuk Jakarta, rata-rata harganya adalah Rp400 Juta – 1 Milyar.

6. Tipe Rumah 70

Rumah tipe 70 sudah masuk kedalam segmen kelas menengah ke atas. Untuk meminang rumah tipe ini, kamu harus menyiapkan uang lebih dari 500 juta rupiah. Hal ini wajar, mengingat ukurannya yang besar dan dapat menampung sekitar 4-6 orang.

Untuk Jakarta sendiri, rumah tipe 70 memiliki kisaran harga sekitar Rp700 Juta-2 Milyar. Terdapat berbagai spesifikasi dari rumah tipe 70. Mulai dari 70/100, 70/150, hingga 70/2022. 

7. Tipe Rumah 120

Tipe rumah yang paling umum di Indonesia yang terakhir adalah rumah tipe 120. Karena luas bangunannya yang lega serta harganya yang menjulang tinggi, rumah ini biasanya beradai di kawasan elite.

Di daerah Jakarta sendiri, harga rumah tipe 120 sudah menyentuh angka miliyaran rupiah. Untuk masalah materiial bangunan, rumah tipe 120 sudah tidak bisa diragukan lagi. Biasanya pengembang perumahan sudah mengaplikasikan bahan yang terbaik bagi rumah seperti ini.

Baca juga: Apa Itu Townhouse? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Bagaimana Cara Memilih Tipe Rumah yang Tepat?

Di atas, kamu sudah mengetahui informasi soal tipe-tipe rumah yang paling umum di Indonesia. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaiamana cara memilih tipe rumah yang tepat? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Pilih Developer yang Terpercaya

Pengembang atau developer merupakan orang yang bertanggung jawab dalam membuat atau mengembangkan perumahan. Sebelum membeli rumah, pilihlah developer yang terpercaya dan bertanggung jawab

2. Perhatikan Kebutuhan Keluargamu

Ada beberapa kebutuhan keluarga yang harus kau perhatikan sebelum memilih rumah, yaitu:

  • Berapa jumlah kamar yang dibutuhkan?
  • Apakah kamu dan keluarga memerlukan garasi?
  • Apakah di masa depan kamu punya rencana untuk melakukan renovasi?
  • Apakah kamu memerlukan lahan untuk dijadikan taman?

Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan keluarga yang lain. 

3. Pilih Sistem Pembayaran yang Sesuai

Sebelum meminang sebuah hunian, kamu perlu memperhatikan sistem pembayarannya terlebih dahulu. Terdapat dua opsi yang bisa kamu pilih, yaitu melunasinya atau menggunakan kredit.  Rencanakan masalah ini dengan matang. 

4. Pilih Lokasi yang Strategis

Lokasi merupakan faktor yang penting saat memilih rumah. Apalagi jika kamu termasuk pegawai kantoran, pilihlah rumah yang dekat dengan kantor kamu bekerja. Dengan memilih lokasi yang strategis, kamu bisa berhemat dalam hal transportasi serta waktu.

5. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Kenyamanan tentu menjadi faktor yang penting saat kamu ingin membeli rumah. Oleh karena itu, pilihlah rumah yang memiliki lingkungan yang menurut kamu nyaman. 

Baca juga: Beli Rumah atau Apartemen? Intip 6 Perbandingannya

Kesimpulan

Itulah beberapa tipe-tipe perumahan yang umumnya ada di Indonesia.  Wujudkan hunian impian Anda bersama keluarga di Gardens at Candi Sawangan dengan klaster terbaru, Evergreen Smart Living.

Selain memiliki desain yang modern dan minimalis, klaster Evergreen Smart Living juga dilengkapi dengan Smart Home 2.0., yaitu Smart Sync System yang dapat dikendalikan melalui smartphone. Aktivitas di dalam rumah pun akan lebih mudah, praktis, dan nyaman.

Klaster ini merupakan pilihan hunian yang paling tepat untuk menunjang kehidupan generasi milenial yang serba cepat dengan mobilitas tinggi.  Tak hanya itu, Gardens at Candi Sawangan juga bertempat di lokasi yang strategis, akses dan mobilitas yang mudah, fasilitas yang lengkap, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Sehingga, hunian nyaman bagi milenial dapat terwujud dengan klaster Evergreen Gardens. Informasi selengkapnya, bisa klik link ini.

Apa Itu Townhouse? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Apakah saat ini kamu sedang ingin memiliki hunian? Terdapat banyak sekali jenis hunian yang bisa kamu pertimbangkan, termasuk townhouse. Apakah kamu sudah familiar dengan istilah ini? Jika belum, yuk belajar tentang apa itu townhouse pada artikel di bawah ini!

Baca juga: Apa Itu Developer Perumahan? Ini Definisi, Tugas, dan Tanggungjawabnya

Apa Itu Townhouse?

Ilustrasi apa itu townhouse dan definisinya
Source; unsplash.com

Townhouse termasuk tipe perumahan berdasarkan lokasinya. Tipe ini biasanya kerap disandingkan dengan tipe hunian lain seperti cluster.

Lalu, apa bedanya townhouse dan cluster? Kedua hunian ini bisa dibedakan berdasarkan lokasinya. Jika cluster adalah komplek perumahan di pinggiran kota, maka townhouse berada di tengah kota.

Karena lokasinya yang berada di tengah kota, rumah-rumah di townhouse punya ukuran yang lebih kecil. Hal ini karena ketersediaan tanah di pusat kota tidak terlalu banyak seperti di pinggiran kota.

Karena luasnya yang kecil, para pengembang membuat rumah-rumah townhouse dalam dua hingga tiga lantai. Dari segi desain, kebanyakan tampilan rumah townhouse memiliki desain yang seragam.

Apa Ciri-ciri Townhouse?

Rumah-rumah ini dapat dibangun dengan gaya arsitektur apa pun, tersedia dalam berbagai ukuran, serta memiliki tata letak yang ditentukan oleh ukuran tempatnya. Jadi, tidak ada ciri-ciri yang pasti dalam menentukan arsitektur hunian ini. Meski begitu, ciri-ciri utama dan pasti dimiliki oleh townhouse adalah, kamu akan membagi dinding dengan tetangga lain.

Selain nama townhouse, hunian seperti ini juga kerap dipanggil dengan nama rumah petak

Apa Kelebihan dan Kekurangan Membeli Townhouse?

Kelebihan Townhouse

  • Lokasi strategis: Seperti yang sudah dijelaskan di atas, townhouse biasanya berada di pusat kota. Oleh karena itu, jika kamu memutuskan tinggal disini, kamu akan mendapatkan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas di kota.: 
  • Perawatan: Karena ukurannya yang kecil, perawatan yang harus kamu lakukan juga tidak terlalu besar. 
  • Fasilitas: Beberapa townhouse memiliki berbagai macam fasilitasnya sendiri. Seperti club house, kolam renang, hingga tempat kebugaran.
  • Tempat Outdoor:  Komplek hunian ini juga kerap dilengkapi teras, ruang outdoor, hingga garasi.

Kekurangan Townhouse

  • Harga: Meski berukuran kecil, hunian ini berada di lokasi yang strategis. Oleh karena itu, harga belinya juga cenderung tinggi.
  • Iuran: Tak hanya harga beli, kamu juga biasanya harus membayar beberapa iuran untuk rumah ini. Selain itu, mau tidak mau kamu juga harus mengikuti beberapa aturan HOA yang ada.
  • Polusi: Meski punya kelebihan dekat dengan berbagai fasilitas, namun tinggal di tengah kota juga berarti kamu harus menghadapi polusi. Selain itu, polusi suara seperti bunyi kendaraan juga bakal lebih sering kamu dengar.
  • Bangunan Vertikal: Tidak semua orang cocok hidup di bangunan vertikal seperti townhouse. Salah satu yang paling dirugikan oleh bangunan seperti ini adalah orang lanjut usia, yang bakal mengalami kesusahan jika tinggal di hunian seperti ini.

Baca juga: Perbedaan Rumah Subsidi dan Rumah Non Subsidi

Dimana Kamu Bisa Menemukan Townhouse?

Ilustrasi dimana kamu bisa menemukan townhouse
Source: Unsplash.com

Terdapat beberapa ciri-ciri area yang biasanya ditempati townhouse, yaitu:

  • Pusat kota
  • Pasokan tanah terbatas
  • Lokasi strategis
  • Harga properti relatif tinggi

Sangat jarang ditemukan keberadaan townhouse di daerah pinggiran kota, atau daerah yang menjadi transisi antara kota ke pinggiran kota. Daerah seperti ini biasanya diisi oleh tipe hunia cluster.

Apakah Tinggal di Townhouse Harus Sharing dengan Orang Lain?

Seperti yang sudah dibayangkan, ruang privasi di perumahan townhouse memang tidak terlalu baik. Hal ini karena hunian kamu nantinya akan benar-benar berdekatan dengan hunian orang lain. Suara-suara dari aktivitas tetangga akan sering kamu dengar.

Meski begitu, pada townhouse modern, banyak pengembang yang berhasil mengurangi polusi suara dengan menggunakan konstruksi dengan menggunakan material soundproof. 

Jika kamu tetap ingin tinggal di townhouse namun masih punya concern dengan polusi suara, kamu bisa mengakalinya dengan menambahkan lemari built-in, atau melapisi dinding dengan perabot tinggi seperti rak buku.

Baca juga: Beli Rumah atau Apartemen? Intip 6 Perbandingannya

Alternatif Lain yang Bisa Kamu Pertimbangkan Selain Townhouse

Ilustrasi alternatif lain selain townhouse

Setelah mengetahui apa itu townhouse serta berbagai informasi lengkapnya di atas, apakah kamu mempertimbangkan untuk membeli hunian ini? Jika kamu merasa townhouse bukan hunian yang cocok, kamu bisa memepertimbangkan hunian cluster.

Salah satu cluster yang harus kamu pertimbangkan adalah Gardens. Gardens merupakan perumahan yang berlokasi di Candi Sawangan Depok. 

Sebagai sebuah kota mandiri persembahan Grha Candi Golf Group, Gardens at Candi Sawangan menghadirkan konsep kawasan hunian asri dan modern dengan sustainable development. 

Selain dikelilingi lingkungan hijau yang rimbun, perumahan ini juga memiliki akses terbaik di kawasan Depok dengan berbagai fasilitas dan harga yang menjanjikan. Sebuah hunian nyaman sekaligus investasi menarik untuk masa depan. 

Berpikir untuk membeli rumah di Gardens at Candi Sawangan? Dapatkan informasi dan penawaran menarik lainnya di sini!

3 Kelebihan Hunian dengan Konsep Smart Living

Trend hunian dengan konsep smart living tengah diidam-idamkan banyak orang. Konsep ini merupakan sebuah pola pikir atau cara berkehidupan yang dilandasi oleh tiga hal utama yaitu kepraktisan, kenyamanan, dan kreativitas. Itulah mengapa dapat diterapkan pada hunian atau tempat tinggal. 

Hunian dengan konsep smart living dapat memberikan kenyamanan, kemudahan, serta keamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di rumah. Karena dapat diatur melalui perangkat digital dan konektivitas internet yang terintegrasi. Inilah salah satu wujud dari smart living concept, yaitu rumah berbasis teknologi.

Untuk mengenal hunian dengan konsep smart living lebih jauh, berikut ini beberapa kelebihan yang ditawarkan. 

Baca juga: Keuntungan Tinggal di Kawasan Rumah Dekat Fasilitas Publik

1. Dapat diatur melalui smartphone

Kenyamanan dalam berkegiatan di dalam rumah adalah kelebihan pertama yang akan Anda dapatkan. Dengan sistem smart home yang sudah terintegrasi dengan baik, Anda bisa mengontrol berbagai perangkat di dalam rumah hanya dengan satu sentuhan pada smartphone bahkan dari jarak jauh.

Misalnya, Anda bisa menghidupkan lampu atau air conditioner dengan perintah suara saat Anda masih dalam perjalanan pulang. Jadi ketika Anda sampai, rumah sudah terang dan terasa sejuk. Anda juga dapat melakukan pekerjaan rumah dengan lebih cepat dan praktis.

Bisa daftar menggunakan smartphone adalah salah satu konsep smart living

Foto: Freepik

2. Hemat energi dan biaya

Selanjutnya, penerapan sistem smart home juga dapat mengelola penggunaan energi dan pengeluaran biaya secara efisien.Teknologi smart home memungkinkan Anda untuk menghidupkan dan mematikan berbagai peralatan yang ada di dalam rumah sesuai dengan kebutuhannya, jadi Anda bisa menghemat biaya listrik.  

Baca juga: Beli Rumah atau Apartemen? Intip 6 Perbandingannya

3. Keamanan meningkat

Menjaga keamanan rumah tentunya perlu dilakukan secara maksimal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tak hanya memberikan kenyamanan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, sistem smart home juga akan meningkatkan keamanan rumah Anda. Contohnya penggunaan fitur smart door lock, Anda bisa mengakses pintu dengan kunci, finger pin, pin, dan kartu akses. Ditambah dengan fitur Smart CCTV Monitoring yang bisa Anda akses melalui smartphone, jadi Anda bisa mengawasi rumah dari jarak jauh sekalipun.

Keamanan rumah yang meningkat adalah salah satu konsep smart living

Foto: Unsplash

Itulah beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan dengan memilih hunian berkonsep smart living. Wujudkan hunian impian Anda di Gardens at Candi Sawangan dengan klaster terbaru, Evergreen Smart Living yang sudah menerapkan smart living concept.

Klaster Evergreen sudah dilengkapi dengan Smart Home 2.0. yang akan mempermudah berbagai aktivitas Anda di dalam rumah. Fitur-fitur yang ditawarkan yaitu: CCTV Outdoor Camera, Smoke Sensor, Smart CCTV Monitoring, Smart Contact Sensor, Alexa Voice Assistant, Door Bell, Motion Sensor, Smart Door Lock, Smart Universal IR Remote, Smart Wall Outlet, Smart Light Switch.

Seluruh fitur dari Smart Sync System ini dapat dioperasikan hanya dengan dalam satu genggaman melalui aplikasi pada smartphone. Gardens at Candi Sawangan juga bertempat di lokasi yang strategis, akses dan mobilitas yang mudah, serta dikelilingi lingkungan yang asri dan nyaman.

Wujudkan impianmu untuk tinggal di hunian dengan konsep smart living bersama Klaster Evergreen. Untuk informasi selengkapnya, Anda bisa kunjungi website Gardens di sini.

Sumber: Rumah.com, Acer, rumah123.com

6 Cara Jual Rumah Cepat yang Bisa Kamu Coba

Tidak bisa dipungkiri jika menjual rumah bukanlah perkara mudah. Biasanya, dibutuhkan waktu yang sangat lama dalam prosesnya. Mulai dari persiapan dokumen, pemeriksaan, hingga transaksi akhir. 

Lalu, adakah cara jual rumah cepat? Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan hal ini. Meski begitu, kamu perlu menyiapkan berbagai macam dokumen yang dibutuhkan. Mulai dari KTP dan KK, sertifikat tanah, hingga PBB.

Bagaimana cara jual rumah cepat? Seperti apa prosesnya? Yuk ketahui informasinya di bawah ini sampai habis!

Baca juga: Pajak Jual Beli Rumah, Ini Definisi dan Cara Menghitungnya

6 Cara Jual Rumah Cepat

Ilustrasi 6 cara jual rumah cepat

Ada beberapa cara jual rumah cepat yang bisa kamu lakukan, yaitu:

1. Meminta Bantuan Jasa Profesional

Kebanyakan orang lebih memilih menjual rumahnya sendiri, tanpa bantuan jasa profesional seperti agen properti. Hal ini masuk akal, mengingat bakal ada upah atau komisi yang harus dikeluarkan untuk membayar mereka.

Meski begitu, ternyata menjual rumah dengan bantuan agen properti bisa lebih cepat loh. Hal ini karena agen properti punya pengalaman yang lebih banyak, memiliki skill yang baik dalam menjual rumah, mempunyai database dan kontak yang luas, dan lain-lain.

2. Ketahui Semua Instansi/Lembaga yang Berkaitan

Ketika kamu menjual rumah, akan ada beberapa lembaga yang terlibat. Lembaga-lembaga ini akan terlibat sampai transasi selesai. Lalu, apa saja lembaganya? Berikut ini daftarnya:

  • Notaris: Mereka akan berperan sebagai pihak ketiga yang bekerja menjembatani kamu dengan pembelil.
  • Badan Pertahan Nasional (BPN): Dalam transaksi jual beli rumah, BPN berperan sebagai pemeriksa keaslian surat rumah yang kamu miliki.
  • Agen Properti: Seperti yang sudah disinggung di atas, agen properti bertugas untuk membantu kamu menjual rumah secara professional. Selain itu, mereka juga biasanya terlibat dalam pengurusan surat dan dokumen penting.

3. Perlihatkan Kondisi Rumah Sebaik-baiknya

Tak bisa dipungkiri jika kesan pertama merupakan penentu segalanya. Oleh karena itu, berikanlah kesan terbaik saat kamu akan menjual rumah. Hal ini akan meningkatkan kesempatan kamu menjual rumah dengan lebih cepat.

Lakukanlah hal sederhana yang membuat tampilan rumah kamu lebih baik. Seperti membersihkan properti, mengecat pintu, merapihkan halaman luar, dan lain-lain.

Baca juga: Beli Rumah atau Apartemen? Intip 6 Perbandingannya

4. Singkirkan Barang yang Tidak Relevan

Berikanlah kesan yang rapi pada calon pembeli. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak penting. Misalnya, kamu bisa menurukan foto-foto keluarga di ruangan rumah. Foto keluarga ataupun barang-barang lain yang bersifat pribadi dapat menurunkan minat calon pembeli.

5. Lakukan Renovasi

Meski bakal membutuhkan budget dan waktu yang cukup besar, namun renovasi rumah dapat menarik calon pembeli untuk melakukan pembelian lebih cepat. Jangan lupa untuk menyesuaikan budget yang kamu miliki dalam proses ini.

Beberapa bagian penting dalam rumah seperti kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga, patut menjadi perhatian dalam renovasi.

6. Berikan Harga yang Realistis

Salah satu faktor utama pembeli dalam membeli rumah adalah harga. Oleh karena itu, penentuan harga jual akan sangat mempengaruhi proses ini. Berikanlah harga yang realistis saat kamu akan menjual rumah. 

Faktanya, rumah dengan harga yang terlalu mahal akan membuat calon pembeli keberatan. Sedangkan, rumah dengan gharga yang terlalu rendah dapat membuat calon pembeli ragu.

Kesalahan yang Biasa Dilakukan Saat Menjual Rumah

Selain mengetahui caranya, kamu juga harus mengetahui berbagai kesalahan yang biasanya dilakukan orang saat menjual rumah. Apa saja kesalahannya? Yuk simak informasinya pada poin di bawah ini:

  • Memakai Perasaan: Saat menjual rumah, jangan memberatkan hal ini pada aspek emosional. Banyak orang gagal menjual rumah karena mereka mengutamakan perasaan saat melakukan transaksi. Cobalah untuk menyingkirkan perasaan saat menjual rumah.
  • Tidak Menggunakan Agen Properti: Meski membutuhkan biaya tambahan untuk komisi, namun penggunaan jasa agen properti profesional adalah cara yang tepat untuk menjual rumah lebih cepat.
  • Foto yang Ditampilkan Kurang Menarik: Di jaman yang serba digital ini, kualitas foto akan sangat mempengaruhi niat beli. Banyak orang yang gagal menjual rumahnya karena foto yang ditampilkan kurang menarik. Cobalah untuk memoto rumah saat pencahayaan sedang baik. Gunakan lensa wide angle agar semua sudut rumahmu bisa terlihat dengan jelas.
  • Menyembunyikan Kekurangan Rumah: Meski foto sangatlah penting, namun jangan pernah menyembunyikan kekurangan dari rumah yang kamu miliki. Saat calon pembeli melakukan inspeksi secara menyeluruh, dan mereka menemukan adanya kekurangan pada rumah kamu, maka mereka akan kecewa.
  • Menjual di Musim Hujan: Tahukah kamu jika pemilihan waktu bisa mempengaruhi transaksi jual beli rumah? Menjual rumah di waktu yang kurang tepat seperti musim hujan akan menganggu proses transaksi. Hal ini karena di musim hujan banyak orang yang lebih memilih tinggal di rumah dan tidak ingin keluar.

Baca juga: Beli Rumah Baru Banyak Untungnya, Cek Disini!​

Kesimpulan 

Itulah pembahasan lengkap soal cara jual rumah cepat. Trik-trik di atas bisa membantu kamu dalam menjual rumah dalam waktu yang lebih singkat.

Wujudkan hunian impian Anda di Gardens at Candi Sawangan. Gardens hadir kembali dengan klaster terbaru yaitu Evergreen Smart Living. 

Cluster Evergreen ini, telah dilengkapi dengan Smart Home 2.0, yang mana dapat dikendalikan melalui smartphone penghuninya. Smart Sync Sistem ini, akan mempermudah aktivitas penghuni di dalam rumah. 

Terlebih, Cluster ini telah menerapkan sistem sirkulasi udara yang baik. Impian memiliki hunian terbaik pun, bisa diwujudkan dengan Gardens. Untuk informasi selengkapnya, silahkan di sini.